Perlu Dilanjutkan, Pembangunan Pedestrian Hazet Sampai Nagarawangi Kota Tasikmalaya

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Toni Antoni menuturkan. Bahwa, perlu untuk melanjutkan pembangunan pedestrian dari Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet), sampai dengan perapatan Nagarawangi Kota Tasikmalaya.

“Karena, berdasarkan dokumen DED (Detail Engineering Design) dan FSĀ (Feasibility Study) dulu. Pedestrian Hazet itu, sampai dengan ke Perapatan Nagarawangi,”ujarnya, saat ditemui di DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (02/01/2024).

Namun, terang Toni. Pada tahun kemarin itu cuma sampai dengan perapatan Hazet-Cihideung saja. Karena, berkaitan dengan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya. Pihaknya, sudah sering membahas terkait kelanjutan pedestrian ke perapatan Nagarawangi itu. Dengan, tim koordinasi penataan di Bapelitbangda.

Dulu, pada sekitar awal tahun 2022 itu, sudah disampaikan ke DPRD Kota Tasikmalaya, terkait dengan DED dan FS itu sampai dengan Nagarawangi. Namun, pada tahun kemarin cuma sampai dengan perapatan Hazet-Cihideung saja, karena terkait dengan masalah anggaran.

Kalau dari PUTR itu hanya sebagai pelaksana saja. Tapi, terkait dengan kebijakan tetap berada di kepala daerah. Sedangkan, program itu ada di Bappelitbangda dan anggaran berada di BPKAD. Sehingga, bisa dilakukan kapan saja, sesuai anggaran dan kebijakan dari kepala daerah.

“Dalam DED dan FS itu, sudah terintegrasi dengan penyelesaian sektor informal maupun dengan persoalan parkir kendaraan,”ungkapnya.

Toni menambahkan, untuk implementasi melanjutkan pedestrian itu ke perapatan Nagarawangi. Pada, tahun ini sepertinya belum ada anggarannya. Paling yang ada itu, adalah evaluasi terkait hasil pembangunan pedestrian yang sudah dikerjakan. Termasuk juga dengan pelaksanaan dan pemanfaatan pedestrian.

Namun, kalau memang bisa dilanjutkan pada tahun ini, pedestrian ke perapatan Nagarawangi itu. Tentunya, harus dihitung kembali anggaran kebutuhannya. Karena, berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, harus bisa menyesuaikan dengan kondisi harga kebutuhan pada
sekarang ini.

“Kawasan Hazet itu merupakan icon Kota Tasikmalaya. Sehingga, memang harus ditata kawasannya supaya nampak lebih indah, bersih dan menarik,”pintanya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!