Siswa SDN Leuwiseeng 1 Dipungut Rp 100 Ribu, Agus : Bukan Sekolah, Itu Komite!

Majalengka (kilangbara.com)-Sejumlah orang tua siswa di SDN 1 Leuwiseeng yang berada di Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Mengaku, keberatan dengan adanya pungutan sebesar Rp 100 ribu. Terhadap, sebanyak 202 siswa mulai dari kelas 1-6 disekolah tersebut.

“Pungutan itu dilakukan oleh pihak sekolah dengan kemasan komite sekolah. Alasannya, untuk pembangunan halaman sekolah, agar terlihat nyaman,”heran sejumlah orang tua siswa kepada awak media, Selasa (21/02/2023).

Menurut para orang tua siswa itu, saat ini pihaknya mempertanyakan. Apakah, sekolah tidak ada anggaran lain dari pemerintah. Guna, untuk membangun halaman sekolah. Sehingga, terpaksa harus meminta kepada sejumlah orang tua siswa.

Sementara itu, ketika diminta tanggapannya, Kepala Sekolah SDN 1 Leuwiseeng tidak ada ditempat dan diterima oleh perwakilan sekolah, Agus. Lalu, mengakui memang benar sekolah sama pihak komite. Telah, meminta bantuan kepada orang tua siswa untuk pembangunan halaman sekolah. Namun, secara teknis pungutannya itu domain pihak komite bukan sekolah.

“Setelah ngobrol dengan komite sekolah. Selanjutnya, diadakan rapat dengan orang tua siswa. Perihal, adanya pungutan sebesar Rp 100 ribu itu, lebih jelasnya tanya saja ke komite, karena sekolah tidak dilibatkan terkait pungutan tersebut,”bebernya.

Memang, kata Agus ketika waktu musyawarah dengan orang tua siswa, kepala sekolah ada. Namun yang memegang keuangan pihak komite. Sebab, sekolah cuma penerima manfaat dan yang mengerjakan pembangunan sama komite. Adapun, total siswa di SDN 1 Leuwiseeng ada 202 siswa. Tapi itu juga belum bayar semua. Kata pihak komite, bila seandainya ada media yang ada datang, suruh ke rumahnya untuk bertemu.

Terpisah, Ketua Komite SDN 1 Leuwiseeng, Endang Muhidin mengaku melakukan pungutan tersebut. Semuanya, ada dalam berita acara atau musyawarah. Namun, pihak komite tidak memaksa terhadap orang tua siswa.

Pungutan itu, untuk pembangunan atau pengerjaan hotmix dihalaman sekolah. Tapi, tidak pernah memaksa kepada orang tua siswa, mau bayar silahkan tidakpun tidak apa-apa. Kalau, ada yang keberatan, silahkan saja datang menemuinya.

Total siswa di SDN 1 Leuwiseeng semuanya ada 202 siswa. Seandainya tiap siswa dikenakan Rp 100 ribu berarti semuanya ada Rp 20 juta. Tapi, ternyata cuman ada setengahnya. Namun daripada tidak dikerjakan nanti jadi celaka. Berita acaranya ada semua diberkaskan. Luas halaman sekolah yang dihotmik semuanya 220 meter persegi. Disesuaikan, dengan anggaran yang ada. Karena semua dikerjakan oleh komite jadi bisa lebih hemat.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!