Akan Mirip di Jepang, Hazet Ditanam Pohon Tabebuya, Cihideung Ada Cemara Lilin

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Hadirnya sejumlah pohon tabebuya di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya. Tentunya, diharapkan bisa mempercantik dikawasan pedestrian tersebut. Apalagi, pohon tabebuya itu punya kemiripan dengan bunga sakura Jepang. Sehingga, nantinya setelah pohon tersebut mekar di Hazet, akan mirip dengan yang ada di Jepang.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Wiwin Nuraeni ST mengatakan. Pihaknya, mengaku telah menanam sebanyak 14 pohon tabebuya di Hazet. Mekarnya pohon itu sekitar 2 tahunan dan tingginya pohon tersebut sekitar 3 meter. Warnanya beragam, dari merah, putih, biru, pink, hijau dan lainnya. Pohon tabebuya tersebut, akarnya itu tidak merusak trotoar.

“Kita upayakan agar pohonnya tidak terlalu tinggi. Karena, nantinya ada pemelihaan juga pemangkasan. Jadi, pohonnya itu rindang tidak merusak estetika. Pohon tabebuya itu mirip dengan sakura di Jepang”bebernya, Senin (28/11/2022).

Wiwin menuturkan, pohon tabebuya tersebut. Sudah, ditanam ketika HUT Kota Tasikmalaya ke-21, pada bulan Oktober 2022. Sehingga, saat ini pucuk daun pohon itu sudah ada. Diharapkan, dengan adanya pohon tersebut. Bisa, menjadikan dikawasan itu lebih indah, rindang dan nyaman.

“Di Hazet, selain ada pohon tabebuya. Rencana juga akan hadir pohon kamboja. Nantinya, bakal disimpan disejumlah pot. Dalam pengadaan, ada 100 pot, tapi dilihat dulu kondisi yang ada dilapangannya,”terangnya.

Sedangkan, dikawasan pedestrian Cihideung, kata Wiwin. Sudah ditanam jenis cemara lilin sebanyak 48 pohon. Nantinya, tinggi pohon tersebut sekitar 10 meter. Namun, akan ada pemangkasan agar tidak terlalu tinggi. Supaya, tidak melebar ke atas dan bisa berdampak terhadap sejumlah toko. Cemara lilin itu, sudah ditanam sesudah HUT Kota Tasikmalaya ke-21.

“Hadirnya, pohon tabebuya dan cemara lilin itu. Tentunya, memberikan sumbangsih oksigen, penurunan pencemaran udara, menambah estetika, penghijauan dan lainnya. Karena, kalau tidak pohon dipastikan akan gersang,”ucapnya.

Wiwin menghimbau, kesadaran masyarakat atau pengunjung lainnya. Supaya, ikut menjaga pepohonan yang ditanam itu. Supaya, bisa tumbuh dan membuat kawasan itu menjadi lebih indah. Sehingga jangan sampai merusaknya, namun dapat menjaganya. Karena, Hazet dan Cihideung tersebut merupakan etalase Kota Tasikmalaya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!