Emak-Emak Bingung Pemasaran, Sandiaga Uno : Saya Sekarang Pesan 10 Saja
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Kunjungan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Di Rumah Makan Rasa Desa Kota Tasikmalaya. Diwarnai, dengan curhatan seorang emak-emak bernama, Iin salah satu pedagang kopi kemasan asal Nagarawangi. Mengaku, selama ini bingung dalam pemasaran produknya.
“Tadinya, saya cuma hobi berjualan kopi kemasan ini, tapi yang menjadi kendala ini adalah pemasarannya. Siapa tahu, Mas Menteri, bisa bantu untuk pemasarannya,”ucapnya. Ketika sesi tanya jawab dalam pelatihan workshop pemberdayaan UMKM. Di Di Rumah Makan Rasa Desa Kota Tasikmalaya, Sabtu (18/06/2022).
Mendengar curhat tersebut, Sandiaga Uno pun langsung menjawabnya. Produk kopi kemasaran itu, harus punya ciri khas tersendiri dan memiliki cita rasa. Misalnya, di Tasikmalaya ada kopi Galunggung. Sehingga, produk buatan Tasikmalaya sendiri yang harus dijualnya. Diera digital sekarang ini, harus bisa memanfaatkan media sosial sebagai pemasarannya.
“Saya sekarang pesan 10 kopi saja, guna untuk membantu pemasarannya. Disini juga ada Pak Wakil Bupati Tasikmalaya, Pak Asisten Daerah Kota Tasikmalaya, Pak Deputi Kemenrkaf dan lainnya. Semoga juga bisa membeli kopi kemasan ini,”pintanya.
Ditempat sama, salah satu perajin payung geulis menyampaikan kendala kepada Sandiaga Uno. Bahwa, selama ini kesulitan dalam regenerasi sebagai pembuat dan pelukis payung tasik tersebut. Selama ini, hanya dikerjakan oleh keluarganya. Padahal, peluang usahanya cukup menjanjikan. Bahkan, saat ini ada orderan sebanyak 3 ribu pesanannya. Uniknya, menjelang kampanye Pilkada, Pileg dan Pilpres. Banyak yang memesan Payung tersebut.
Pria yang akrab dipanggil Mas Menteri itu, sangat apresiasi dengan eksistensi payung khas tasikmalaya itu. Namun, politisi Gerindra itu sangat kaget, teryata ketika jelang kampanye payung geulis itu menjadi laris manis. Dalam kesempatan itu, dirinya pun memberikan motivasi agar produk kearifan lokal itu, harus terus tetap dijaga.
“Kaum milenial harus ikut peduli sebagai regenerasi muda. Supaya ikut terlibat dalam pembuatan payung dan pelukis payung. Karena, kalau tidak ada lagi regenerasi, siapa lagi yang akan meneruskannya,”pintanya.(AR)

