Miris Dampak Pertambangan dan Anjal, IMM Auden ke DPRD Kota Tasik

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Prihatin dengan maraknya pertambangan di Kota Tasikmalaya.Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan audensi ke DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (10/03/2020).

Rizal dari IMM, mengaku miris melihat pertambangan yang ada Kecamatan Bungursari, Mangkubumi dan Indihiang.Karena sangat berdampak kepada kurangnya air selama ini.Hal itu dirasakan sejak Agustus hingga sekarang.

Sehingga pihaknya minta supaya ditutup, segala jenis pertambangan itu.Adapun sebagai solusinya, guna mengatasi pengangguran pekerja di pertambangan itu.Pemkot Tasikmalaya bisa memberdayakan ikut program WUB.Pada 2015 ada berapa banyak pertambangan itu?terus sekarang 2020 berapa jumlahnya.

“Kami minta kepada anggota dewan yang terhormat.Supaya dibuat Perda pertambagan.Ajak Kejaksaan, Polres dan Dandim,”pintanya.

Sedangkan terkait anak jalanan (anjal) Rizal mempertanyakan dimana keberpihakan pemerintah.Karena selama dengan adanya razia, justru menimbulkan stigma buruk.Padahal lebih baik dirangkul.

“Minggu sekarang dirazia selesai, tapi bagaimana dengan minggu depan.Mereka butuh rumah singgah, sedangkan Pemkot Tasikmalaya tidak punya,”paparnya.

Pemkot Tasikmalaya lanjutnya, dulu berjanji akan membuat rumah singgah.Tapi sampai sekarang ini belum ada kabarnya.Persoalannya bukan cuma anjal, tapi juga ibu jalanan.

“Di Tamansari ada rumah singgah, namun harus diisi dengan kewenangan provinsi.Mereka butuh rumah singgah.Karena anjal harus dipelihara oleh negara.Termasuk sandang, pangan, kesehatan dan pendidikannya,”harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Bagus mengatakan pertambangan itu, baik yang legal maupun ilegal.Memang sangat berdampak kepada lingkungan, termasuk kepada resapan air.Adapun terkait persoalan itu menyerahkan kepada provinsi.

Adapun Ketua Komisi IV, Dede terkait anjal sudah melaksanakan dengan mitra kerja.Diantaranya dengan Dandim melalukan pembinaan kepada 40 anjal selama 61 hari.Setelah lulus dapat rekomendasi dari tim ke BI.Agar diberi pembinaan, skil juga modalnya.

“Kita belum punya rumah singgah yang refresentatif.Sehingga atas rekomendasi dewan, agar bekas Pasar Ikan Cieunteng seluas 1 hektar.Bisa dijadikan rumah singgah.Tinggal bagaimana Walikota mencari sumber dananya,”imbuhnya.

Politisi PKS itu juga berencana akan membuat Perda Anjal dengan mengadopsi dari Kota Yogyakarta.Sebab di kota gudeg itu, bersih dari anjal, karena di Perda ada sanksi.Jadi itu progres dari Komisi IV.

Ketua Komisi I, Dayat Mustofa menyebutkan aturan pertambangan itu.Saat ini sudah ditarik ke provinsi, sama seperti dengan SMA/SMK.Sedangkan kalau ditutup usaha pertambangan.Supaya tidak menambah pengangguran.Dengan cara ikut program WUB.Mantan Camat itu, menilai WUB belum optimal.

“Karena berkaitan dengan perbankan dengan aturan dari OJK.Sedangkan terkait anjal, bisa melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja.Kita dorong Walikota untuk bisa mengatasi semua permasalahan tersebut,”bebernya.

Audensi yang dimoderatori oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Mamat itu.Diakhir audensi, dibuat nota kesepakatan antara DPRD dengan IMM.Diatas materai Rp 6000 yang langsung ditandatangani oleh masing-masing pihak.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!