Berkedok Bengkel Pesawat, Deden : BIJB Berpotensi Jadi Pangkalan Militer AS di Jabar
Bandung (kilangbara.con)-Rencana strategis pemerintah untuk menyulap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Akan, dijadikan sebagai pusat pemeliharaan pesawat militer (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO C-130 Hercules se-Asia).
Ternyata, kini telah memicu gelombang kritikan keras dari berbagai elemen masyarakat dimana-mana. Salah satunya itu, datang dari aktivis pemuda jawa barat sekaligus juga praktisi pendidikan di Kota Tasikmalaya.
“Saya menduga proyek itu merupakan taktik terselubung saja. Dengan, berkedok bengkel pesawat, padahal diduga untuk mendirikan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) ditanah pasundan,”ujar Deden Tazdad dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Deden hal terserbut bisa menjadi warning terhadap kedaulatan negara. Sehingga, meminta kepada pemerintah tidak naif dalam menyikapi tawaran kerja sama militer dari Washington. Pasalnya, posisi geopolitik Bandara Kertajati yang sangat strategis dikoridor Jabar itu. Sangat, rawan dimanfaatkan oleh kepentingan global untuk menancapkan kuku kekuasaan militer asing.
“Kami menduga bahwa proyek ‘bengkel pesawat’ ini hanyalah pintu masuk awal. Khawatirnya, dalam jangka panjang, fasilitas ini justru akan bergeser fungsi. Serta, dijadikan pangkalan militer terselubung bagi Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik,”terangnya.
Deden menambahkan, keberadaan aktivitas militer asing dalam skala besar di bandara sipil. Tentunya, bisa berpotensi melanggar kedaulatan bangsa serta mencederai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
“Sehingga, mendesak kepada pemerintah agar membatalkan atau mengkaji ulang kerja sama itu. Demi, untuk menjaga marwah pertahanan nasional,”pintanya.(***)

