Fossma : Jangan Ada Pungli di PPDB Tolak Rombel Liar, Perhatikan Guru Honorer & Sekolah Swasta
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Tasikmalaya. Telah, menjadi saksi perjuangan dari Forum Silaturahmi Slasar Masjid Agung (Fossma). Dalam, audensi bersama Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Serta, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya, Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Fossma menyoroti dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya. Notabene, sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari dugaan pungli dalam proses PPDB 2026, lalu bisa menyelamatkan sekolah swasta, KCD XII dan Walikota harus berani menolak penambahan rombel/siswa yang melebihi aturan Kemendiknas. Serta, memperhatikan insentif guru honorer dan pengurus DKM.
Ketua Fossma, Dadang AP menyampaikan bahwa adanya dugaan praktik pungli itu. Tentunya, ada permainan titipan dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB. Akibatnya, malah menjadi keresahan yang terus berulang kali pada setiap tahunnya. Eksesnya, bukan hanya mencederai rasa keadilan masyarakat. Tapi juga mengancam keberlangsungan sekolah swasta di Kota Tasikmalaya.
“Kebijakan, penambahan rombel disekolah negeri tersebut membuat banyak sekolah swasta jadi kehilangan calon peserta didik. Dampaknya, ada sekolah yang hanya mendapatkan tujuh siswa baru pada tahun ajaran ini,”bebernya.

Selain itu, Fossma juga tutur Dadang minta kepada Disdik bisa segera menyelamatkan sekolah swasta. Termasuk, KCD 12 dan Walikota wajib berani menolak penambahan rombel/siswa per rombel yang melebihi aturan Kemendiknas. Supaya, sekolah swasta itu tidak kehabisan siswa dan jadi gulung tikar.
Selanjutnya, harus diperhatikan juga insentif guru honorer dan pengurus DKM. Sehingga, DPRD, Walikota, KCD 12 dan Kemenag harus upayakan untuk tingkatkan insentifnya. Dengan layak, secara bertahap minimal sama dengan UMR Kota Tasikmalaya, dimulai pada APBD 2027. Termasuk, hidupkan kembali pembinaan akhlak siswa. Dengan cara, aktifkan Irema, Ustadz masuk sekolah, baksos, LPTQ bergiliran dan lainnya.
“Tuntutan kami, selamatkan sekolah swasta dengan menolak rombel liar, tingkatkan insetif guru honor dan DKM, pastikan PPDB bersih dan kuatkan pembinaaan akhlak siswa. Tentu ini, sebagai bentuk kepedulian Fossma terhadap dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya,”terang mantan Kepsek SMAN 5 Tasikmalaya itu.(AR)

