Tanpa DKKT, Musisi Tasik Ngahiji Bermanuver Kobarkan Agenda Besar, Aan : Tunggu Saja Bro!
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Komunitas yang menamakan diri Musisi Tasik Ngahiji, rupanya kini sudah mulai bermanuver. Dengan cara, mengundang sejumlah seniman musik all genre di Kota Tasik. Dalam, upaya bagaimana merumuskan ide dan gagasan inovatif untuk ke depannya. Pasalnya, selama ini eksistensi musisi itu tidak ada wadah yang visioner dan revolusioner.
“Kami, gabungan sejumlah komunitas seniman musik. Malam ini, berkumpul untuk berbicara ide yang bisa diimplentasikan,”beber Ketua Panpel Halal Bihalal Musisi Tasik Ngahiji, Aan Farhan kepada media. Di Gade Coffee, Minggu (29/03/2026).
Komunitasnya itu tutur Aam dibentuk sudah lama. Namun, baru kali ini bisa solid berkumpul dan berbicara ide dan gagasannya. Termasuk, komunitasnya itu bisa berbadan hukum. Sehingga, nanti dapat bermetamorposis menjadi organisasi yang legal. Apalagi, pihaknya sedang penjajakan melakukan kerjasama dengan BPJS Tenaga Kerja dan Kesehatan.
Bahkan, juga sudah berbicara dengan PHRI Kota Tasikmalaya. Karena, di Kota Tasikmalaya ini banyak cafe, resto dan hotel. Supaya, nanti Musisi Tasik Ngahiji tersebut bisa ikut tampil disana. Adapun, terkait teknisnya dan lainnya tentu bisa dibicarakan. Diharapkan, hadirnya komunitas itu bisa mengakomodir para musisi.

“Saat ini, Musisi Tasik Ngahiji baru komunitas saja. Sehingga, belum ada AD/ART, kepengurusan dan lainnya. Tapi, dengan pertemuan malam ini secepatnya
akan berbadan hukum. Supaya, bisa bergerak dan kerjasama dengan pihak manapun,”imbuhnya.
Sehingga kata Aan, saat ini bergerak dulu secara underground. Nanti, rencananya Musisi Tasik Ngahiji juga akan mengundang Lembaga Managemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Kota Tasikmalaya. Dalam, upaya
untuk sosialisasi industri musik diera digital sekarang ini. Termasuk, buntut adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan royalti musik.
“Kami juga ingin dilibatkan dalam setiap konser band besar dari Jakarta. Karena, harus merangkul band lokal donk. Ya, bisa menjadi band pembukaanya dan nanti kita sodorkan band yang terbaik kepada EO. Termasuk, akan membuat album kompilasi lagu karya sendiri”janjinya.
Basis dari salah satu band itu telah menegaskan. Bahwa, pihaknya bergerak itu tanpa membawa Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT). Pasalnya, Musisi Tasik Ngahiji bergerak mulai dari forum komunitas. Kemudian, nanti bermetamorfosis menjadi organisasi berbadan hukum. Musisi Tasik Ngahiji itu, bergerak, berkarya dan berprogres.
“Semua itu, menjadi obsesi bagi Musisi Tasik Ngahiji dan tunggu saja bro semoga terealisasi. Tentunya, demi untuk kemajuan dan kesejahteraan sejumlah musisi di Kota Tasikmalaya. Bahkan, kami akan usahan nanti supaya para musisi tersebut punya sertifikat,”harapnya.(AR)

