Pemkot Tasikmalaya Respon Cepat Hadapi Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Korban Jiwa

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Pemkot Tasikmalaya telah bergerak cepat. Dalam, menangani dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah kota dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan, hasil asesmen lapangan fenomena cuaca itu terindikasi sebagai angin puting beliung. Dengan, dampak yang cukup signifikan disejumlah titik.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi menyampaikan bahwa terdapat sembilan titik pohon tumbang, enam rumah warga terdampak (baik rusak ringan hingga atap terbawa angin). Serta, empat tiang listrik roboh, serta satu rumah tersambar petir.

“Tentu ini, bukan sekadar hujan dan angin biasa. Dari analisis di lapangan, kekuatan anginnya sangat tinggi hingga menyebabkan pohon-pohon sehat pun ikut tumbang karena akarnya terangkat,”ungkapnya.

Meski demikian, tutur Viman Pemkot Tasikmalaya memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa, maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kondisi itu, menjadi hal yang patut disyukuri ditengah besarnya potensi risiko bencana.

Sejak kejadian berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemerintah Kota, Kepolisian, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, PLN, Telkom, Tagana. Serta, operator telekomunikasi lainnya langsung bergerak cepat melakukan penanganan.

Salah satunya diwilayah Paseh, aliran listrik telah kembali normal pada pukul 04.00 WIB, setelah dilakukan perbaikan darurat. Sementara dikawasan Bale Wiwitan, penanganan pohon tumbang yang menimpa warung. Serta, jaringan telekomunikasi juga telah diselesaikan.

Adapun titik yang menjadi perhatian utama saat ini, berada di kawasan Stadion Dadaha. Khususnya, pada kerusakan dinding benteng serta penanganan pohon tumbang di area tersebut.

“Kami sudah lakukan asesmen. Penanganan di Dadaha menjadi prioritas, terutama untuk perbaikan struktur dan memastikan keselamatan area tersebut,”tegasnya.

Selain penanganan darurat, lanjut Viman Pemkot Tasikmalaya juga tengah melakukan pendataan. Terhadap, rumah warga yang terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan. Seluruh prosesnya, dilakukan secara terkoordinasi lintas dinas agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam upaya mitigasi, dirinya juga telah menginstruksikan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan. Serta, penempatan petugas siaga di titik rawan untuk mengantisipasi potensi kejadian susulan.

Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya turut mempercepat penanganan sampah pasca hari raya yang sempat terkendala. Dengan, memastikan seluruh armada pengangkut kembali beroperasi secara optimal. Terkait pembiayaan penanganan, akan mengoptimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta dukungan anggaran lintas dinas.

“Insya Allah anggarannya aman. Kita, maksimalkan sumber daya yang ada. Karena ini, menyangkut keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,”ujarnya.

Sedangkan, menanggapi adanya aspirasi masyarakat terkait renovasi Stadion Dadaha. Wali Kota menjelaskan, rencana itu memang telah masuk dalam agenda pemerintah. Pada tahun 2025, difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dengan, pelaksanaan fisik yang akan didorong melalui dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Namun demikian, penanganan dampak bencana saat ini tetap menjadi prioritas utama.

Pemkot Tasikmalaya, telah menegaskan komitmennya untuk terus hadir ditengah masyarakat. Dalam, setiap situasi darurat dan sekaligus mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!