Diduga Dikelola Desa Bukan Kelompok, Rp 200 Juta Buat Ketahanan Pangan dan Hewan Jadi Sorotan
Majalengka (kilangbara.com)-Bantuan ketahanan pangan dan hewan. Di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Dengan, anggaran mencapai hampir Rp 200 juta lebih. Kini jadi sorotan, selain dikelola desa juga diduga dalam pelaksanaanya tidak transparan.
“Kabarnya, dibelikan kambing dan benih jagung. Tapi anehnya, dikelolanya bukan oleh kelompok, tapi oleh desa,”heran warga Sangiang yang minta dirahasiakan namanya, Selasa (02/12/2025).
Selain itu kata warga, ada dugaan kambing juga dalam pembeliannya dimark up oleh desa. Masa kambing ukuran segitu dengan harga Rp 2 juta per ekor,”bebernya.
Terpisah dihubungi ponselnya, Kepala Desa Sangiang, Maman membenarkan. Bahwa, anggaran ketahanan pangan dan hewan dialokasikan untuk membelian kambing dan jagung. Sedangkan, anggarannya sebesar Rp 220 juta.
Pengelolanya oleh desa bukan kelompok, karena jika dikelola desa aman tapi kalau kelompok takutnya kambing hilang. Ketika, disinggung anggaran Rp 2 juta per ekor dan kambingnya kurus. Maman tidak menjawab malah mematikan ponselnya.(Sam)

