TERKONEKSI Part 2, Viman-Diky : Angkut Sampah Pakai Online, Management RSUD Perlu Diperbaiki
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Dalam acara “TERKONEKSI” Part 2 yang bertema lingkungan dan kesehatan. Di Other Side Coffee, Kamis malam (24/10/2024). Calon Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi dan calon Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Chandra. Telah, membuka ruang diskusi dengan sejumlah masyarakat.
“TERKONEKSI” Part 2 dengan tema
kesehatan dan lingkungan itu. Viman-Diky Chandra menjawab sejumlah pertanyaan dari berbagai element masyarakat. Bahkan, animo para peserta yang hadir untuk berdiskusi itu. Ternyata luar biasa sangat antusias, terbukti diruangan tersebut. Penuh, diisi dari kalangan gen z dan milenial.

“Sangat luar bisa sekali antusias mereka di TERKONEKSI” Part 2 ini. Banyak, sejumlah pemikiran dari anak-anak muda, aktivis lingkungan, akademisi dan lainnya. Tentunya hal tersebut yang kami harapkan,”beber Viman kepada sejumlah awak media.
Pria yang hobi lari itu menjelaskan. Tadi, ada banyak yang menanyakan terkait dengan sampah. Selama ini, permasalahan sampah selama ini selalu menjadi masalah. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya. Viman, punya solusi untuk mengatasinya tersebut.

Sampah itu, tentunya berawal hulunya dari rumah tangga sampai hilirnya berada di TPA. Sehingga, ditengah-tengahnya tersebut harus ada solusi berupa TPS dengan metode 3 R. Sedangkan, terkait persoalan armada truk yang menjadi masalah selama ini, karena terbatasnya anggaran.
Solusinya, harus ada angkutan kendaraan motor sebagai pengangkut sampah. Maka, disetiap Kelurahan itu harus tersedia angkutannya itu. Tentunya, dalam era digital ini harus bisa membuat aplikasi berbasis online. Seperti ojek online, bedannya ojol membawa penumpang dan antar makanan.
“Kalau ini ojolnya tersebut, hanya mengangkut sampah rumah tangga saja yang dipilah oleh masyarakat. Sehingga, semua sampah itu tidak harus menumpuk di TPA Ciangir,”ungkapnya.

Sampah terang Viman. Bisa, disulap menjadi energi atau produk bio gas dan juga produk paving blok. Sehingga, sampah tersebut dapat menghasilkan uang. Selain itu, bisa mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Sedangkan, terkait kesehatan. Lanjut Viman, tadi ada berbagai pertanyaan. Mengenai kesejahteraan para nakes. Pihaknya, punya referensi kebijakan terkait dengan P3K. Tugas, pemerintah bisa fasilitasi mereka agar betul-betul dapat mengakomodir nakes honorer secara bertahap.
Kemudian, masalah BPJS di Kota Tasikmalaya tadi ada yang bertanya. Kenapa, belum begitu baik secara hubungan dengan fasilitas. Namun, di Kota/Kabupaten lain dapat berjalan baik. Kenapa bisa begitu, tentunya hal tersebut menjadi PR. Adapun, terkait, pelayanan dan fasilitas di RSUD dr Soekardjo harus seperti apa?management harus segera diperbaiki, SDM harus ada pengembangan, termasuk fasilitas dan lainnya.(AR)

