Waduh!Total Kumulatif HIV/AIDS di Kota Tasik Sudah Capai 1.023 Kasus
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sangat mengkuatirkan total kumulatif jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya. Ternyata, malah sudah mencapai sebanyak 1.023 kasus. Jumlah kasus itu, terhitung mulai dari tahun 2004 hingga Oktober 2022. Bahkan, hampir 50 persen penderita tersebut sudah meninggal dunia.
“Jumlah kasus itu yang telah register secara akumulasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya. Kalau, data update pada Oktober 2022 ada sebanyak 121 kasus,”beber Kadis Dinkes Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat. Disela-sela peringatan Hari AIDS se-Dunia di Tamkot, Minggu (11/12/2022).
Uus menjelaskan, usia yang sudah terpapar itu. Mulai dari, balita, remaja, dewasa dan lansia. Adapun, penularannya yang paling tinggi itu. Dengan, prilaku hubungan sex yang tidak sehat, gonta ganti pasangan, jarum suntik, hubungan sex sejenis dan lainnya.
Tentunya, dari 1.023 kasus itu semua pihak harus hati-hati. Karena, HIV/AIDS itu seperti fenomena gunung es, sebab bisa saja. Bahwa yang sesungguhnya itu malah jumlahnya dapat melebihi kasus seperti tersebut.
“Hari ini, kita ada edukasi kampanye HIV/AIDS. Serta juga ada pemeriksaan secara gratis. Ada untuk para ibu hamil, sepilis, hepatitis dan lainnya,”terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Purbaratu itu menuturkan. Pihaknya, selain memberikan edukasi juga melakukan tracking dan tracing yakni program wajib di Puskesmas. Bagi, pemeriksaan HIV/AIDS, sepilis dan hepatitis bagi ibu hamil. Bahkan, pemeriksaan itu juga diseluruh Puskesma dan Rumah Sakit. Sedangkan, untuk akses pengobatan kini diperlebar di 8 Puskesmas dan bisa melakukan pemeriksaan diagnosa obat juga pemantauan pengobatan.
“Jangan kuatir, semua pemeriksaan yang ada di Puskesmas itu gratis kok. Jadi, silahkan bagi masyarakat untuk datang,”ajaknya.
Dalam pemeriksaan itu, lanjut Uus tentunya dilakukan secara by name dan by andress, agar bisa dikontrol. Adapun, penderita HIV/AIDS itu tidak bisa sembuh total. Namun bisa dikontrol, dengan cara minum obat teratur. Karena, setiap bulan itu selalu ada penambahan penderita tersebut. Sehingga, perlunya edukasi hidup sehat untuk kurangi penularan dan minum obat.(AR)

