Wagub Jabar : Proyek Poliklinik RSUD Tidak Mangkrak, KMRT Minta BPK Audit
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum SE mengatakan. Proyek gedung poliklinik RSUD dr Soekarjo, Kota Tasikmalaya. Tidak mangkrak, tetapi terhenti, karena refocusing anggaran dari awalnya Rp 32 milyar, kini menjadi Rp 15 milyar.
“Kalau mangkrak, itukan identiknya biaya yang sudah dikeluarkan, tetapi hasilnya tidak bermanfaat,”ujarnya. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek gedung poliklinik di RSUD dr Soekarjo, Rabu (09/02/2022)
Pembangunan gedung baru itu, kata mantan Bupati Tasikmalaya tersebut. Telah, menghabiskan dana sebesar Rp 13 milyar. Sedangkan, untuk kelanjutannya akan diperjuangkan pada anggaran perubahan pada Mei 2022 dari Provinsi Jabar.
Terpisah, Ketua KMRT Arief Rahman Hakim berharap. Kepada, BPK bisa melakukan audit investigatif atas administrasi proyek, volume dan kualitas pekerjaan. Serta, masa pengerjaan, keterlambatan pengerjaan dan pembayaran yang telah dilakukan. Pasalnya, demi untuk menyelamatkan keuangan negara dan tidak mengorbankan orang yang tidak bersalah. Tentunya, BPK harus bisa memaksimalkan dan membuat kepercayaan, kepada publik yang saat ini sudah mulai tergerus.
Apabila BPK, tidak melakukannya dan tidak bersikap obyektif atau tidak profesional. Maka, pihaknya akan membawa masalah ini ke KPK, sekaligus juga akan melakukan aksi di KPK.
“KMRT akan terus mengawasi dan memantau permasalahan ini. Karena, proyek poliklinik tersebut, sudah memakai uang rakyat yang cukup besar,”bebernya.(HA)

