Mantan Kades dan MUI Desa, Ungkap Tabir Misteri Janda Diduga Melahirkan Bayi Tanpa Suami

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Buntut, tabir misteri yang menyelimuti adanya salah satu oknum janda staf Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, DN. Diduga, melahirkan seorang bayi tanpa suami. Ternyata, kini mulai ada titik terangnya. Setelah, mantan Kades Kertanegla Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya dan Bendahara MUI Desa Kertanegla. Angkat bicara dan membeberkan rahasia dibalik kejadian itu.

Mantan Kades Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Ahmad Muhlis mengaku. Pihaknya, selama ini tidak pernah merasa diberitahu bahwa ada warganya yang mengadopsi bayi. Diduga, bayi tersebut anak dari oknum janda staf dari Desa Singasari tersebut.

Karena, jika memang ada warganya yang mengadopsi bayi, tentunya ada prosedurnya. Sebab, itu menyangkut dengan nyawa manusia jangan main main dan tidak segampang itu. Minimalnya itu pihak desa diberitahu, apalagi kejadiannya pada bulan September 2023. Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Kertanegla.

Kalau, memang tidak ada yang disembunyikan oleh mereka. Mungkin, ada pemberitahuan ke desa dan minimal masyarakat setempat ada yang mengetahuinya. Karena, bila ada salah satu warga yang mengadopsi bayi. Tentunya, darimana asal usulnya, ibu dan bapaknya siapa dan harus jelas.

“Ibunya dari Desa Singasari, kemudian diklaim bayinya diadopsi oleh warga di Desa Kertanegla. Serta, akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Kertanegla,”herannya. Saat ditemui dirumahnya, Selasa (07/11/2023).

Terpisah, Bendahara MUI Desa Kertanegla, Ajengan Arip Saripudin ketika dikonfirmasi, terkait adanya dugaan bayi yang yang dimakamkan di lingkungan Desa Kertanegla. Ajengan itu membenarkan, bahkan menerima jasad bayi itu dari bidan RN beserta ibu bayi dan neneknya. Mereka, mengaku dari datang dari Kecamatan Taraju. Bahkan, bidan RN menyebutkan usia jasad bayi itu baru 3 hari.

“Kalo saya sih sebagai Ajengan tidak ada salahnya untuk mengurusnya. Serta, memakamkan jasad bayi itu dan hal tersebut sudah menjadi bagian dari kewajiban,”bebernya. Saat, dihubungi kilangbara.com via WhatsApp.

Arip menjelaskan, setelah memandikan jasad bayi itu. Dirinya pun, langsung memakamkan dipemakaman milik keluarganya bidan RN. Lokasinya itu, kebetulan persis dibelakang rumahnya RT yang notabene adalah kakaknya bidan RN.

Ketika, disinggung apakah tahu siapa ibu bapaknya jasad bayi itu?kalau bapaknya tidak tahu, karena tidak ada saat dipemakaman. Sedangkan ibunya tahu, pasalnya saat itu datang untuk menyerahkan dan memakamkan bayi tersebut.

Sementara itu, ketika kilangbara.com konfirmasi menemui bidan RN ke rumahnya di Desa Kertanegla. Ternyata, menurut beberapa tetangganya yang bersangkutan sedang tidak ada dirumah. Kemudian, berusaha melalui telepon dan chat via WhatsApp pribadinya pun, tidak ada jawabannya. Akhirnya, mencoba mendatangi ke Puskesmas Bojonggambir, tapi tidak bertemu. Menurut rekan kerjanya di Puskesmas yang bersangkutan tidak masuk kerja.

Sebelumnya, diduga oknum janda staf Desa Singasari, Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, DN. Disinyalir, telah melahirkan seorang bayi tanpa suami. Lalu, bayi itu diadopsi keluarga bidan RN. Namun, setelah usianya menginjak 3 hari bayi itu meninggal dunia. Jenazahnya, dimakamkan di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!