Dinilai Tak Mampu, PMII Komisariat UNPER Minta Kinerja Kadis LH Kota Tasik Dievaluasi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-PMII Komisariat Universitas Pejuangan (UNPER) melakukan unjuk rasa. Dengan, mendatangi langsung Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (22/01/2025). Mereka, menyampaikan aspirasinya terkait dengan kinerja Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Diyana. Dianggapnya, tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan di TPA Ciangir selama ini.

Ditengah, penjagaan sejumlah personil dari kepolisian dan Satpol PP itu. Peserta aksi, membakar sejumlah ban dan langsung mengelar orasi. Bahkan, akibat ban dibakar itu asapnya pun mengepul ke dalam ruangan Bale Kota Tasikmalaya. Massa pun, minta masuk ke dalam Bale Kota Tasikmalaya.

“Mana Kadis LH, kita datang ke sini hujan-hujanan ingin bertemu untuk berdialog. Kami minta dievaluasi kinerjanya, karena dinilai tidak mampu. Kemarin, waktu kita audensi di Kantor DLH juga dia tidak ada. Sekarang, kami ingin masuk untuk dialog, ayo masuk”ajak Korlap PMII Komisariat UNPER, Rivan.

Kemudian, akhirnya peserta aksi tersebut dipersilahkan untuk masuk dan diterima oleh Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Ade Hendar, Kabid DLH, Feri dan Sekban Bapelitbangda, Andri. Namun, sayangnya Deni Diyana malah tidak nampak dalam kesempatan itu. Sehingga, membuat kecewa peserta aksi tersebut.

“Saya mohon maaf kepada rekan PMII Komisariat UNPER. Karena, hari ini Pak Kadis DLH dan Pak Kaban Bapelitbangda tidak bisa hadir. Sebab, keduanya sedang ada tugas ke luar kota. Sekarang, ada Pak Feri Kabid Sampah dan Pak Andri
Sekban Bapelitbangda,”ujar Kepala Kesbangpol, Ade Hendar.

Namun, terang Ade jika ingin bertemu dengan Deni Diyana. Nanti, akan bisa dijadwalkan untuk dapat bertemu langsung. Pihaknya, menjanjikan hari minggu sore sudah ada kabar dan akan dinformasikan. Terkait kapan bisa bertemu dan dimana, nanti bisa ditindaklanjuti.

Korlap PMII Komisariat UNPER, Rivan mengaku sangat kecewa. Dengan, ketidakhadiran dua pejabat tersebut. Sehingga, kalau nanti tidak bisa lagi bertemu yang ketiga kalinya. Maka, pihaknya akan bergerak lagi dengan menerahkan massa yang jauh lebih besar lagi.

Adapun, tuntunan dari PMII Komisariat UNPER itu. Supaya, kinerja Deni Diyana dievaluasi sebagai Kadis DLH Kota Tasikmalaya. Pasalnya, mantan Camat Tawang itu dianggap tidak mampu untuk menyelesaikan. Terkait, dengan adanya gas metana di Sanitary Landfill TPA Ciangir.

Padahal beber Rivan. Ada, anggarannya sekitar Rp 920 juta tapi dengan dana sebesar itu ternyata tidak bisa memperbaiki di TPA tersebut. Padahal, gas metana di Sanitary Landfill TPA Ciangir itu sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar. Sedangkan, terkait dengan Bapelitbangda ada dugaan anggaran yg harus dkembalilan ke kas daerah.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!