OB SMK Jadi Tersangka, Akibat 5 Orang Tewas, Setelah Pesta Miras

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Satreskrim Polres Tasikmalaya telah menetapkan Utang (54). Sebagai tersangka, dalam kasus meninggalnya 5 orang warga Kecamatan Cigalontang. Setelah, mereka menenggak minuman keras (miras) oplosan alkohol 96 persen. Dengan, dicampur minuman kemasan berenergi dan obat batuk samcodin.

Pelaku, bekerja sebagai Office Boy (OB) di salah satu SMK di Jakarta. Nekat mencuri botol alkohol 96 persen, digunakan untuk campuran miras oplosan. Diracik oleh salah satu korban yang meninggal dunia Erwin (32) dan diminum oleh 4 orang korban lainnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono SIK MM CPHR mengatakan, setelah sepekan pihaknya berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan pelakunya. Alkohol tersebut diambil pelaku, tanpa sepengetahuan pihak sekolahnya. Kemudian, diberikan kepada temannya, untuk diracik menjadi bahan campuran miras oplosan.

Alkohol yang dibawa pelaku, dicampur dengan minuman kemasan berenergi (kuku bima). Kemudian, sebelumnya dari salah satu kesaksian yang selamat dari meminum miras oplosan, terlebih dulu mengkonsumsi obat batuk jenis samcodin. Akibatnya lima orang meninggal dunia.

“Perannya pelaku mengambil atau memasok alkohol yang diambilnya dari sekolah di Jakarta. Kemudian diberikan kepada teman-temannya. Karena, temannya itu pesan dibelikan alkohol kepada pelaku,”terangnya. Saat ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (13/10/2021).

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno SIK MM menambahkan, pelaku di jerat pasal 204 ayat (1) KUHPidana tentang barang siapa yang menjual, menyerahkan, menawarkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang.

“Sedangkan sifat berbahayanya itu, tidak diberitahukannya atau menyebabkan kematian. Maka diancam dengan pidana penjara paling lama 20 tahun kurungan penjara,”imbuhnya.

Sementara itu, pelaku Utang alias Use (54) mengaku mendapatkan alkohol 96 persen dari SMK di Jakarta, tempatnya bekerja sebagai OB dan diberikan kepada salah satu korban yang meninggal dunia, Erwin untuk bahan campuran miras oplosan.

Sebelumnya, Erwin disuruh mencari sepeda motor Honda Asdap untuk dibelinya. Setelah dapat, diberi upah alkohol 96 persen untuk campuran miras oplosan, dengan obat batuk samcodin dan minuman berenergi kuku Bima.

“Alkohol dapat dari sekolah tempat saya kerja. Alkohol itu digunakan untuk praktek siswa dilaboratorium dengan alkohol 96 persen, lalu dibawa pulang ke Tasik, terus dikasih ke Erwin, sama temannya,” tuturnya.

Utang, tidak ikut meracik hanya minum miras oplosan, bahkan itu pun tidak banyak. Setelah teman-teman minum, hari Sabtu malamnya, Minggu langsung ke Jakarta lagi berangkat kerja. Sehingga setelah tiba di Jakarta, tidak tahu kalau teman-temannya, ada yang meninggal akibat minum. Tahunya setelah diamankan polisi.(Iwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!