Pasang Ranjau Listrik, Menantu & Mertua Tewas, Pemilik Kolam Jadi Tersangka

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Pemilik kolam ikan, D alias A (54) asal Kampung Sosopan Desa Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Akhirnya, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tasikmalaya. Terkait tewasnya menantu dan mertua yang ditemukan meninggal dunia. Ketika, tertimpa saung di Kampung Sosopan, Kecamatan Sukarame, Selasa (28/09/2021).

Polres Tasikmalaya, memastikan kedua korban. Ternyata tewas, akibat tersengat aliran listrik yang dipasang dibambu saung kolam ikan milik tersangka. Setelah, keluarnya hasil otopsi yang dilakukan sepekan lalu Senin (04/10/2021). Jenazah Enan/Dadan atau Yusuf yang dilakukan Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya bersama dokter forensik. 

“Kami sampaikan duka mendalam untuk keluarga korban. Dipastikan keduanya mertua dan menantu ini meninggal, karena terkena sengatan listrik,”beber Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono. Saat pres rilis di Kantor Satreskrim Polres Tasikmalaya, Senin (11/10/2021).

Kata Kapolres, pelaku diketahui sengaja memasang jebakan atau ranjau listrik. Dengan cara melilitkan kabel dan tali kawat pada bambu. Adapun, hasil otopsi ditemukan ditubuh kedua jenazah korban. Terdapat bekas luka bakar, akibat tersengat setruman listrik. Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya polisi menetapkan pemilik kolam ikan itu sebagai tersangka.

“Jasad korban awalnya diduga tertimpa saung kolam ikan. Tapi ternyata terkena strum. Kini, kami amankan pemilik kolam Ikan tersebut. Pelaku ini, sengaja memasang jebakan untuk menghalau hewan. Walaupun dia tidak memungkiri sering jadi korban pencurian di kolamnya,”imbuhnya.

Modus operandi pelaku, kata Kapolres, memasang jebakan atau ranjau listrik disaung kolam ikannya. Dengan menggunakan tali kawat dua meter dan kabel listrik sepanjang 100 meter. Posisi kabelnya dililitkan ke tiang bambu yang tersambung ke arus listrik terhubung ke rumah pelaku. Menurut keterangan pelaku, ranjau dipasang antisipasi apabila ada hama ke kolam ikannya.

“Pelaku dikenakan pasal 359 KUHPidana. Tentang kelalaian pemilik yang memasang jebakan, sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia.  Ancaman hukuman paling lama, lima tahun penjara,”terangnya.

Sementara itu pelaku, D alias A (54) mengaku pasang jebakan listrik. Guna untuk menghalau hewan seperti biyawak dan berang berang. Dirinya
memasang listrik itu, buat halau biyawak dan berang-berang yang suka mencuri ikan. Karena, pernah juga ada mencuri, tapi sekarang tidak menyangka justru kepada dua tersebut.(Iwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!