CCTV Mati, HP Ortu Pasien Digondol Maling, Wadir RSUD dr Soekarjo Minta Maaf
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Kasus pencurian terjadi lagi RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya. Kali ini aksi maling itu, mengasak 1 buah Handphone (HP) merk Oppo jenis A53 2020 milik, Tika. Salah satu orang tua (ortu) pasien yang tengah menunggu anaknya, menjalani perawatan. Digedung melati lantai 5, Sabtu (23/01/2021) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kata Tika, saat itu dirinya hanya berdua sama anak yang dirawat. Adapun, HP tersebut dipegang terus dipinggir kepala hingga pukul 01.00 WIB. Lalu tak terasa ketiduran, kemudian bangun lagi. Pasalnya, melihat gorden terbuka, sebab ada suara orang yang berjalan pakai sendal. Dikira, ada perawat yang mengecek suhu tubuh anaknya.
“Namun setelah saya ingat HP tersebut sudah tidak ada, lalu mencarinya. Hingga curiga terhadap orang yang tadi datang. Kemudian lapor ke perawat, malah olohok (bingung). Kemudian disuruh lapor ke satpam,”bebernya.
Setelah lapor itu, lanjut Tika. Satpam tersebut malah curhat mengatakan, pihaknya cuma ada 3 personil, namun harus ngontrol lahan di 5 lantai. Bahkan, CCTV juga sudah 2 tahun mati. Sehingga, tidak bisa mengeceknya. Padahal sudah sering ada yang kehilangan, ironisnya sudah mengadu ke bagian pelayanan RSUD tersebut, tapi tidak ada tindaklanjutnya.
“Bahkan, satpam itu mengatakan dalam satu malam ini, sudah ada 4 HP milik keluarga pasien hilang.Cuma, saya saja yang berani melaporkan kehilangannya,”bebernya.
Dengan tidak adanya jaminan keamanan seperti ini, lanjut Tika. Tentunya membuat keluarga pasien tidak merasa nyaman, serta kecewa. Apalagi tadi dikatakan sudah sering terjadi pencurian tersebut. Tapi malah dibiarkan begitu saja, padahal RSUD ini milik pemerintah. Seharusnya bisa memberikan rasa aman.
Adapun, terkait digedung melati itu selalu diwanti-wanti, harus hati-hati karena rawan maling. Namun pintu masuk, diakses lain tidak dikunci, karena banyak pintu akses keluar masuknya. Ketika ditanya ke satpam, jawabannya, tidak dikunci, sebab suka ada pasien mendadak dan lainnya. Bahkan, saat dirinya minta ke satpam mengeledah, tidak mau, alasannya itu urusan polisi.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya, Deni meminta maaf, atas kejadian tersebut. Bahkan peristiwa itu, akan menjadi bahan evaluasinya ke depan. Karena selama ini digedung melati itu, hanya ada 3 satpam dan 5 CCTV yang sudah tidak berfungsi lagi.
“Sekali lagi, kami mohon maaf, tentunya dengan kejadian itu, jadi bahan evaluasi. Bagi management sebagai masukan ke depanya, supaya lebih baik lagi,”janjinya, saat ditemui diruangnya, Senin (25/01/2021).(AR)

