Direcoki Miras, Anak Dibawah Umur Disetubuhi, Hingga Hamil Lebih 2 Bulan

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Polres Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap dua tindak pidana pencabulan, terhadap anak dibawah umur.Pertama kasus pencabulan kepada DJN (14) siswi seorang pelajar yang beralamat di Kampung Pesantren, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.Telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan tersangka Trsina Galih (27) yang diduga anak punk.

Awalnya, pelaku mengajak korban ke rumah orang tuanya di Cirendeu RT 005/002 Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.Kemudian, korban disetubuhi oleh tersangka dan kejadian tersebut berulang sampai 3 kali.Adapun setiap bersetubuh tersebut, korban selalu direcoki miras oleh tersangka.Dengan menegak, minuman keras dan obat jenis saledril.Akibat persetubuhan tersebut, korban hamil lebih dari 2 bulan.

“Modus operandi pelaku, terlebih dahulu memberikan obat jenis seledril dan minuman keras kepada korban.Lalu, dalam kondisi mabuk, korban disetubuhi oleh tersangka,”terang Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan SH, S.I.K,M.Si.Saat jumpa pers diruangan lobi Mapolres, Kamis (03/12/2020).

Kata Kapolres, berdasarkan laporan LP/B/341/XI/2020/JBR/RES TSM KOTA, 26 November 2020, Tempat Kejadian (TKP) di Cirendeu RT 005/002 Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.Pasal yang dilanggar oleh pelaku adalah, Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002.

“Tentang perlindungan anak dan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,”imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Kapolres kasus pencabulan kedua dilakukan oleh tersangka Anggi Jani Janiar (25) warga Kampung Cirendeu RT 005/002 Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.Terhadap korban berinisial NMS (13), alamat Gunung Cihcir Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan LP/B/342/XI/2020/JBR/RES TSM KOTA, 26 November 2020, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kampung Cirendeu RT 05/02 Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah Kota Tasikmalaya.Waktu kejadian sekitar Agustus 2020 lalu, Kamis pukul 12.30 WIB, tersangka mengajak korban ke rumahnya.Dengan maksud untuk mengantarkan uang yang diberikan kepada anak tersangka.

Sesampainya dirumah itu, korban diberikan minuman keras jenis tuak dan setelah itu, korban merasa pusing.Lalu, korban beristirahat dikamar, kemudian tersangka ikut masuk, sambil mengancam korban.Agar mau bersetubuh dengannya, karena korban takut dengan ancamannya, terpaksa menuruti kemauannya tersebut, lalu korban disetubuhinya.

Pasal yang dilanggar pelaku,Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UURI Nomor 1 Tahun 2016.Tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002.Tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang.Dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

“Jadi dalam kasus 2 pencabulan tersebut, TKP sama dan 2 pelaku itu kakak-adik, tapi korbannya berbeda saja,”pungkasnya.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!