Hina “Binatang” Dimedsos ke H Budi Budiman, Yusuf Akhirnya Minta Maaf

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Buntut ujaran kebencian yang dilakukan oleh Yusuf Servia dimedsos, Kamis (28/10/2020).Dengan menyebut binatang, (maaf)”anjing” kepada Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman, terkait penahanannya oleh KPK.Ternyata, kini telah menuaikan reaksi keras dari sejumlah relawan, simpatisan, PPP Kota Tasikmalaya dan lainnya.Hingga, akhirnya, pelaku pun langsung meminta maaf atas postingan tersebut.Permintaan maaf itu, ditulis dalam kertas bermaterai, ditandatangani pelaku dan dibacakan.

“Saya telah khilaf dan minta maaf kepada Pak H Budi Budiman, keluarganya, relawan, simpatisan dan lainnya.Berjanji, tidak akan mengulangi hal serupa dikemudian hari,”beber Yusuf saat membacanya surat pernyataan maaf.Disaksikan oleh sejumlah simpatisan, relawan, tokoh PPP Kota Tasikmalaya dan lainnya.Di Cafe Legend, Jumat (30/10/2020).

Guruh yang mewakili keluarga pelaku menjelaskan, bahwa pelaku saat ini sedang dalam proses rehabilitasi.Pihaknya juga mengaku kecewa dengan postingan tersebut.Sehingga secara keluarga pun meminta maaf sebesar-besarnya kepada H Budi Budiman, keluarganya, simpatisan, relawan dan lainnya.

“Saya ini adalah kakak ipar pelaku dan datang ke Cafe Legend ini, dengan niat tabbayun, guna untuk meminta maaf dengan tulus.Bahkan sudah disiapkan dari rumah, berupa surat pernyataan permohonan maaf dan barusan dibacakan oleh Yusuf “terangnya.

Sementara itu, H Rana Nur mewakili keluarga besar, H Budi Budiman menuturkan pihak keluarga Walikota tersebut.Sebelumnya juga, sudah memaafkan tindakan ujaran kebencian itu.Bahkan, tidak akan menempuh ke jalur hukum.

“Saya tadi pagi, sekitar pukul 01.00 WIB datang ke rumah Pak Budi.Bertemu langsung dengan istrinya, Hj Eti dan memaafkannya.Jadi keluarga beliau itu sudah menyerahkan kasus tersebut ke saya.Bahkan tadi pagi itu juga ada Dedi Otoy dan Agus Winarno,”ungkapnya.

Ditempat sama, Yanuar menambahkan pelaku merupakan tetangganya didaerah Gunung Singa.Semalam, Yusuf datang ke rumahnya dan meminta maaf.Tapi, Yanuar tidak bisa menjamin permintaan maaf itu.Karena harus bertemu dengan semua pihak.Terutama PPP yang merasa tersakiti, relawan, simpatisan dan lainnya.

“Pelaku telah mencoreng nama warga Gunung Singa.Terus terang, saya merasa prihatin dan malu.Adapun, kalau ada yang mau melaporkan, tak bisa dihindari lagi,”imbuhnya

Ketua Plt PPP Kota Tasikmalaya, Zenzen menuturkan peristiwa itu merupakan domain keluarga H Budi.Tapi, dampaknya tak bisa dihindari, dapat menimbulkan ekses.Mantan anggota DPRD itu juga mengaku tidak tahu, apa motivasinya pelaku.Kalau pun tekah minta maaf, mudah-mudahan bukan karena ada reaksi, namun ada kesadaran sendiri.Adapun, terkait kasus itu, saat ini Budi sedang menjalani proses hukumnya.

Asep Rizal, mengingatkan kepada siapa pun, itu orangnya.Jangan melakukan hal yang sama.Karena, kalau terus dibiarkan, maka bakal ada lagi hal serupa dikemudian hari.Sehingga, dengan adanya permintaan maaf tersebut, bisa jadi efek jera bagi yang lainnya.

Ustad Maman mengatakan sebagai warga, apapun alasan kalimat itu, tak pantas.Karena, Budi itu pemimpin yang banyak kebaikannya untuk Kota Tasikmalaya.Bahkan, telah menorehkan tinta emas, dengan bukti sejumlah infrastruktur selama ini.Pria tersebut, memberi saran, permintannya itu harus melibatkan keluarga Yusuf.Sebab, kalau dengan pelaku, ada masalah dengan yang tadi disebutkan Guruh.Adapun, Apih Adang menegaskan permintaan maaf itu, bisa dilakukan di Pengadilan saja.Minimal bisa jadi pembelajaraan kepada siapa pun.Karena, derajat Budi malah disamakan dengan anjing.

Hilman dari PPP, menuturkan Yusuf seperti ada masalah dengan partai kabah tersebut, termasuk ketika saat kasus romy.Tapi dengan partai yang lain, tidak begitu.Sebaiknya, kalau ada masalah bertemu saja.Tentunya, bila ada kesalahan apapun, sejatinya bisa ngobrol secara kelembagaan.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!