Wahid : Jangan Sampai Terulang Sepi Penumpang, Reaktivasi Bandara Wiriadinata Tasik
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Wahid angkat bicara. Terkait, dengan rencana Pemkot Tasikmalaya akan membuka kembali penerbangan komersil di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya. Dengan rute Tasimalaya-Jakarta. Bahkan, rencananya akan melakukan uji coba, Sabtu (31/10/2026).
“Saya sangat berharap harus ada kajian dulu, jangan sampai kejadian sebelumnya terulang sepi penumpang. Karena, maskapai tidak mampu bertahan lama sebab penjualan tiket yang minim,”ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Wahid mendorong adanya reaktivasi penerbangan itu. Namun, harus ada kajian yang komprehensif terlebih dahulu. Pasalnya, jangan sampai ramai penerbangan perdana. Tapi, tidak ada penerbangan selanjutnya. Sebab, terkendala dengan penumpang tak ada yang naik pesawat. Seharusnya, bagaimana agar bandara itu bisa beroperasi secara konsisten.
“Tarif naik pesawat juga harus jadi pertimbangan. Apalagi, dalam kondisi seperti sekarang ini. Makanya, sangat perlu untuk dilakukan kajian dahulu. Supaya, penerbangan jangan sampai seumur jagung saja,”bebernya.

Sebelumnya, Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparluloh menyampaikan. Bahwa, uji coba penerbangan komersil di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya akan dilakukan, Sabtu (31/10/2026). Penerbangan itu, berangkat dari Halim Perdanakusmah Jakarta ke Tasikmalaya. Dengan, membawa rombongan sejumlah diaspora asal Tasikmalaya.
Sedangkan, penerbangan itu akan mengunakan maskapai Rimbun Air jenis ATR 72-600. Setelah dilakukan uji coba, selanjutnya akan kembali mengkaji potensi. Serta, memetakan langkah-langkah berikutnya. Tentu, diharapkan penerbangan bisa berkelanjutan.
“Nanti penumpangnya bukan hanya orang Kota Tasik saja. Tapi juga daerah tetangga terdekat, waktu pembahasan di Jakarta hadir Bupati Tasikmalaya dan Bupati Ciamis. Kalau, harga tiketnya itu kisaran Rp 900 ribu. Tapi itu, belum dipublish masih dalam tahap penjajakan dulu,”terangnya, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Asgop, terkait nanti berapa kali penerbangan dalam 1 minggu. Mantan Kaban Bapenda itu menjelaskan, secara teknis hal itu bisa menjadi kajian dari Maskapai Rimbun Air. Sedangkan, untuk sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk juga melakukan survei.(AR)

