Memanas!BEM Satas Jebol Pintu Gerbang DPRD Kota Tasik, Heri Ahmadi Terima Aspirasi Mahasiswa

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Meskipun dihadang oleh sejumlah aparat keamanan. Agar, tidak masuk ke kawasan gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Namun, rupanya
tidak membuat ciut nyali Aliansi BEM Satas itu. Justru, semakin memanas hingga bisa menjebol pintu gerbang gedung DPRD Kota Tasikmalaya itu, Rabu (28/10/2026).

Sehingga, akhirnya massa pun leluasa dapat masuk ke gedung DPRD itu. Namun, ketika akan naik ke lantai 2 ke dalam ruang paripurna. Rupanya, dihadang langsung oleh sejumlah aparat kepolisian diatas. Tak ayal, menimbulkan keributan dan dorong mendorong. Hingga, mahasiswa pun akhirnya mundur ke bawah.

Dibawah, terlihat sudah siaga sejumlah aparat kepolisian. Dengan, memakai helm dan perisai bertuliskan polisi juga kendaraan water canon. Sehingga, membuat mahasiswa pun menjadi reaksi keras. Tapi, korlap aksi Aday lewat pengeras suara menghimbau agar mahasiswa tenang.

Kemudian massa pun manut dan semuanya duduk lesehan, sambil mendengarkan orasi. Aday, dalam orasinya itu menuntut dibuka kran komunikasi. Dengan, cara ingin berdialog dengan Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, Ketua DPRD Aslim dan Kapolresta, Andik. Tapi rupanya, Viman dan Aslim tidak bisa hadir, karena sedang ada kegiatan ke luar.

Selanjutnya, massa pun akhirnya diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, Ketua Komisi II Rahmat Sutarman, Anggota, Elan Jaelani dan Bagas. Sementara itu, perwakilan dari Pemkot Tasikmalaya, Ade Hendar, Kasatpol PP, Yogi, Kadisduk Maman dan Kapolres Tasikmalaya Kota, Andik.

Dalam kesempatan itu, Heri lewat mic membuka obrolnya dengan menyampaikan siap menerima aspirasi dari BEM Satas tersebut. Sementara itu, Aday pun langsung membacakan sejumlah tuntutannya. Salah satunya itu, terkait isu nasional yakni MBG, KDMP, PSN, Kahutla supaya menjadi bencana nasional dan lainnya. Aspirasinya itu, minta segera disampaikan ke pusat dan pihaknya akan minta bukti aspirasinya itu dikirim ke pusat.

“Nanti, kami minta bukti aspirasinya itu jika sudah dikirim ke pusat. Kalau tidak disampaikan, maka akan ada aksi yang lebih besar lagi ke DPRD,”ancam korlap aksi dari BEM Satas tersebut.

Sedangkan menurut Aday, terkait isu lokal yang menjadi sorotannya itu adalah sampah yang tidak beres-beres, PJU, parkir daerah, kemiskinan, ODGJ, penataan kawasan Dadaha, KKN, masalah sosial dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Heri Ahmadi, Ade Hendar dan Andik. Masing-masing, langsuung membacakan sejumlah tuntutan dari BEM Satas tersebut. Serta, menandatangi kesepatakan itu dan akhirnya setelah itu massa pun membubarkan diri.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!