Tunjukan SK KADIN Provinsi ke Walikota Tasik, Karim Tak Ingin Polemik Berkepanjangan

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Setelah, terpilih sebagai Ketua KADIN masa bhakti 2026-2031. Dalam Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya, Sabtu lalu (12/9/2026). Muhamad Abdul Karim, kini menemui Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Di Bale Kota, Kamis sore (17/09/2026).

Karim datang tidak sendirian, namun bersama dengan Tim Formatur. Kedatangannya tersebut, tentu menjadi salah satu pertemuan resmi yang pertama. Setelah, penetapan kepengurusan baru.

Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan dalam pertemuan itu. Ketua KADIN terpilih, membeberkan proses Muskot V yang telah berjalan. Bahwa, pelaksanaan Muskot V sudah sesuai AD/ART organisasi dan telah disupervisi langsung oleh KADIN Provinsi Jabar.

“Pak Karim tadi juga menunjukkan SK penetapan dari KADIN Jabar. Semua prosesnya tersebut sudah sesuai aturan,”ungkapnya.

Kata Walikota, KADIN merupakan salah satu mitra strategis Pemkot Tasikmalaya. Dalam, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga, diharapkan dikepemimpinan Karim bisa menjalin kolaborasi yang lebih baik dan konkret untuk kemajuan Kota Tasikmalaya.

“Saat ini tinggal menunggu penandatanganan Walikota saja. Berikutnya, akan dilaksanakan pelantikan pengurus baru,”janjinya.

Adapun terkait dinamika dan polemik yang sempat terjadi pada Muskot V beberapa waktu lalu. Walikota menegaskan, hal itu tsudah menjadi kewenangan KADIN Jabar untuk menyikapinya. Pemkot Tasikmalaya menghormati mekanisme internal organisasi.

Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Muhamad Abdul Karim menjelaskan. Bahwa, menemui Walikota Tasikmalaya merupakan agenda silaturahmi. Sekaligus juga memperkenalkan tim formatur dan jajaran kepengurusan KADIN Kota Tasikmalaya yang baru.

Karena, ingin memastikan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah kota terjalin sejak awal kepengurusannya. Sehingga,
pertemuannya itu adalah silaturahmi dan perkenalan pengurus baru.

Sehari sebelumnya, bersama para Ketua KADIN se-Jawa Barat baru saja diundang KADIN Provinsi. Guna, untuk membahas persiapan rapat tingkat provinsi yang rencananya akan digelar pada 24 September mendatang.

Ketika, disinggung mengenai polemik yang sempat mencuat di Muskot V, Karim menghargai semua proses dan dinamika yang terjadi. Pada intinya, ada persetujuan dari KADIN Jabar yang seharusnya bisa diterima semua pihak apapun itu prosesnya.

“Kami, tentunya ingin lebih fokus ke depan dan tidak ingin terjebak dalam polemik berkepanjangan,”ungkapnya.

Bahkan Karim, mengajak seluruh jajaran pengusaha di Kota Tasikmalaya. Guna, untuk bersama-sama memikirkan sistem perekonomian yang lebih riil ditengah tantangan ekonomi yang cukup berat saat ini. Tantangan itu, menuntut pengusaha lokal untuk lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

“Tentunya, KADIN harus menjadi rumah besar bagi semua pengusaha untuk tumbuh bersama demi kemajuan ekonomi Kota Tasikmalaya,”pintanya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!