Diky Candra, Menolak Ditawari Ikut Main di Film Dilan ITB 1997 Bareng Ariel Noah

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Kesuksesan film series Dilan menunjukkan daya tarik yang kuat. Serta, sangat populer di Indonesia dan selalu dinanti-nantikan oleh banyak penonton. Bahkan, terbaru film itu akan merilis dengan dengan judul Dilan ITB 1997 dan Dilan Amsterdam.

Di Film Dilan ITB 1997 itu, rupanya Wakil Walikota Tasikmalaya, Kang Diky Candra (KDC). Sempat, ditawari menjadi salah satu pemainnya. Bareng, dengan Ariel Noah yang akan memerankan sebagai Dilan. Namun, aktor kelahiran Kota Tasikmalaya itu dengan halus menolaknya.

“Ya ditawari untuk main di Film Dilan ITB 1997 tersebut. Namun menolak, karena saya sadar sudah menjadi Wakil Walikota Tasikmalaya dan milik warga Kota Tasik,”beber artis senior yang akrab disapa KDC itu, Sabtu (16/11/2025)

KDC mengaku, sejak menjabat Wakil Walikota Tasikmalaya itu. Ternyata, banyak mendapat permintaan kembali ke dunia film. Salah satunya, ditawari jadi bintang tamu banyak program TV pasca ramai mau dibawa ke barak. Namun menolaknya, padahal honornya lebih dari gajinya selama 1 bulan menjadi Wakil Walikota Tasikmalaya.

“Termasuk, saya menolak ada tawaran shooting untuk film series dan FTV dari Produksi House, milik Chand Parwez pengusaha film nasional asal Kota Tasikmalaya,”ungkapnya.

Alumni SMPN 2 Tasik itu menuturkan, dirinya belum siap untuk shooting film. Meskipun, misalnya niatnya tersebut untuk mempromosikan Kota Tasikmalaya. Karena, saat ini lebih fokus untuk bekerja bersama dengan Walikota Tasikmalaya. Guna, untuk merealisasikan sejumlah program unggulanya. Dalam, upaya untuk bisa mensejahterakan warga Kota Tasikmalaya.

“Walaupun, saat ini di Garut justru ada permintaan dari rekan-rekan untuk shooting kembali. Imbas, banyak FTV dan sinetron diproduksi di Garut tanpa harus pakai APBD,”ujarnya.

Selain itu tutur KDC, belum lama ini juga ditawari lansung oleh Patrialis seorang produser untuk menulis Film Kabayan 3 di Jawa Barat. Karena, Film Kabayan 1 dan 2 KDC yang menulis, sutradara sekaligus juga menjadi pemainnya. Difilm itu, memang tidak ditawari jadi pemain dan sutradara tapi jadi penulis. Namun, tidak yakin bisa memanage waktunya tersebut.

Kalau awalnya mau terima job jadi penulis, lumayan daripada korupsi. Tapi, tidak lantas dilakukan karena jaga perasaan. Dirinya, sedang belajar untuk menjadi manusia yang pintar merasa tidak merasa pintar.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!