Ditengah Pandangan Fraksi, Angga Interupsi Didepan Walikota Tasikmalaya Singgung Komunikasi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Usai sejumlah fraksi membacakan pandangannya. Dalam, rapat paripurna ke-10 tentang penyampaian Raperda RPJMD Kota Tasikmalaya 2025-2029, Jumat (13/6/2925). Tiba-tiba saja, anggota DPRD dari Fraksi PKB, Angga Yogaswara. Lakukan, interupsi kepada pimpinan sidang Plt Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata.

“Interupsi Pak Ketua, saya ingin menyampaikan terkait RPJMD dan komunikasi Walikota Tasik,”teriaknya mengagetkan yang hadir. Usai, Fraksi Restorasi selesai membacakan pandanganya didepan.

Namun, Hilman lansung membalasnya. Bahwa, sidang paripurna itu diskor dahulu dan ketuk palu. Nanti akan dilanjut kembali, akhirnya sidang pun break dulu beberapa menit. Sementara itu, aksi interupsi Angga itu mendapat perhatian tamu undangan. Termasuk, dalam kesempatan itu juga hadir Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparluloh, pejabat eselon 2, 3, 4 dan yang lainnya.

Ditemui kilangbara.com diruang Fraksi PKB, Angga Yogaswara mengaku melakukan interupsinya itu. Minta, pertimbangan kepada Walikota Tasikmalaya. Bila ada hal yang belum dipikirkan, ketika tidak bisa mencerna harus komunikasi dengan orang yang ahli. Contoh, ketika sarjana teknik tidak mengerti pertanian, maka belajar ke orang pertanian.

Saat ini, ada beberapa point RPJMD tidak menyentuh semua kalangan. Pasalnya yang dipikirkan Walikota itu, bagaimana caranya Kota Tasikmalaya dapat menjadi kota industri. Tadi juga disinggung oleh Fraksi PDIP, bahwasanya ketika Kota Tasik jadi kota industri. Maka, sama saja dengan hilangnya lahan pertanian.

“Kita tahu ada beberapa lahan sawah yang sudah beralih fungsinya. Hari ini, saya mendapat laporan ada lahan sawah yang dilindungi. Ternyata, malah dijadikan perum seluas 10 hektar,”herannya.

Hal tersebut terang Angga. Tentunya, akan segera disampaikan langsung ke Walikota Tasikmalaya. Bagaimana, tindakan eksekutif itu terkait dengan masalah tersebut. Selain itu, dirinya juga mengkritik terkait komunikasi Walikota Tasikmalaya. Supaya, tidak hanya komunikasi dengan unsur pimpinan saja. Tapi juga dengan anggota Komisi yang ada di DPRD.

“Karena, selama ini berbagai masalah dari aspirasi masyarakat datang ke komisi. Kami ini, seperti psikolog setiap minggu kedatangan warga yang harus ditangani,”bebernya.

Selain itu terang politisi muda tersebut. Minta, agar Walikota Tasikmalaya bisa membuka ruang komunikasi dengan berbagai element. Misalnya, dengan mahasiswa, aktivis, organisasi masyarakat, LSM, para pegiat seni budaya dan lainnya.

“Kalau Pak Wakil Walikota Tasikmalaya, sudah mulai membuka ruang komunikasi. Walaupun, hal itu dilakukan secara non formal saja. Namun yang diinginkan itu bisa diwujudkan secara formal,”pintanya.

Ketika disinggung, jika Walikota Tasikmalaya tidak bisa merubah komunikasinya tersebut. Angga pun memberikan ultimatum, jangan membuat geram anggota DPRD. Pasalnya, bisa saja mengunakan hak angket. Karena hal itu, adalah konstitusional bagi legislatif untuk menjalankan fungsinya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!