Kecewa Para Kadis Gak Hadir!SPKT Bakar Ban di Bale Kota Tasik, Ada Mafia Diperencanaan?
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sejumlah massa yang menamakan diri Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya (SPKT). Mengaku, kecewa dengan tidak hadirnya sejumlah Kepala Dinas (Kadis) ataupun Kepala Badan (Kaban). Saat, mereka melakukan aksinya dengan membakar ban. Di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (05/12/2024).
“Padahal, sebelumnya jauh-jauh hari sudah berkirim surat resmi. Tapi, sekarang yang datang malah diwakilkan. Kami, disini ingin dialog dengan Kadis/Kaban. Bukan dengan utusannya, karena percuma saja,”kesal korlap aksi SPKT, Ilham Ramdani kepada awak media.
Ilham menjelaskan, pihaknya sudah mengundang Kadis PUTR, Kepala Bapelitbangda dan Kepala Inspektorat. Namun yang datang itu, hanya utusannya dengan didampingi oleh Asda 2. Sehingga sebagai bentuk kecewa, aksi massa itu diwarnai dengan membakar ban. Hingga, asap pun mengepul dikantor Walikota Tasikmalaya.
“Percuma saja, jika kami dialog dengan mereka (utusan), jawabannya klise akan disampaikan ke Pak Kadis/Kaban. Aksi SKPT ini, menuntut kepedulian Pemkot Tasikmalaya. Terhadap, kondisi dimusim hujan yang sudah jadi langganan tergenang banjir,”ungkapnya.

Namun tutur Ikham. Ironisnya, Pemkot Tasikmalaya malah cuek bebek saja. Tidak ada peduli, untuk memperbaiki sejumlah titik yang jadi langganan banjir. Padahal, seharusnya itu menjadi perhatian untuk memperbaiki drainase. Apalagi, sekarang ini sudah masuk musim hujan banyak yang tergenang banjir.
“Disinyalir ada mafia dalam perencanaan pembangunan. Karena, faktanya perencanaan itu malah berdampak negatif. Terutama, banjir dimusim hujan seperti sekarang ini. Apalagi, ditambah lagi ada temuan dari BPK di OPD terkait,”bebernya.
Sementara itu, dalam aksinya tersebut SPKT diterima oleh Asda 2, Tedi Setiadi. Mantan, guru SMAN 2 itu menjelaskan Kadis/Kaban tidak bisa hadir. Karena, sedang ada kegiatan dinas luar dan mewakilkan kepada utusannya.
Dalam kesempatan tersebut, sempat terjadi kericuhan, ketika SPKT nekad ingin masuk ke dalam kantor Walikota Tasikmalaya itu. Namun, dihadang oleh personil polisi, tni dan satpol pp.(AR)

