Rungkad!di Desa Sinarjati Kartu ATM BPNT dan PKH Dipegang Ketua Kelompok?Cair Minta Cuan?

Majalengka (kilangbara.com)-Sejumlah KPM penerima bansos BPNT dan PKH, di Desa Sinarjati kini mengaku kecewa. Pasalnya, selain kartu ATM banyak yang kosong, ternyata kartu ATM BPNT dan PKH. Disinyalir, malah tidak dipegang oleh KPM masing-masing.

Ironisnya, kartu ATM BPNT dan PKH justru diduga dipegang oleh salah satu oknum ketua kelompok. Bahkan, ketua kelompok setiap pencairan Bansos BPNT dan PKH. Konyolnya lagi, diduga malah meminta cuan (biaya) kepada KPM sebesar Rp 5 ribu per KPM.

“Saya merasa heran, kenapa ATM BPNT dan PKH banyak yang kosong itu. Karena, para KPM yang memilih calon Kades nomor satu,”kesal salah satu tokoh warga Desa Sinarjati dari Blok Pajagan yang tidak mau disebut namanya, Minggu (02/07/2023).

Bahkan kata tokoh itu. Di Blok Pajagan saja, kartu ATM BPNT dan PKH yang kosong jumlah mencapai 50 KPM lebih. Selain itu, setiap pencairan para penerima bansos BPNT dan PKH. Ternyata, diduga malah dipungut biaya oleh salah satu oknum ketua kelompok Rp 5 ribu rupiah per KPM. Termasuk, kartu ATM BPNT dan PKH tidak pegang oleh pihak KPM masing-masing. Justru sebaliknya, kartu ATM itu dipegang oleh ketua kelompok.

Tapi konyolnya, ketika mau ada pemeriksaan dari pihak Dinsos kartu ATM. Tadinya, dipegang oleh ketua kelompok mendadak dikembalikan kepada para KPM. Nantinya, setelah beres adanya pemeriksan dari pihak Dinsos kartu ATM, diambilan lagi oleh pihak ketua kelompok, prilaku tersebut persis seperti dagelan saja.

“Hal tersebut sudah jelas ini menyalahi aturan. Sehingga, kami pun minta kepada Dinsos Majalengka harus turun tangan. Kalau terus dibiarkan, maka para KPM akan rungkad dan terus menjadi korbannya,”terangnya.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!