Satu Hari Bisa Rp 3 Juta, UPTD Parkir Kota Tasik Turun ke Lapangan Tagih Jukir
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Dalam upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mulai, awal tahun 2023 UPTD Parkir Kota Tasikmalaya. Berhasil merubah paradigma baru, dari awalnya petugas juru parkir (jukir) setornya itu. Harus, setiap bulan datang ke Kantor UPTD Parkir Kota Tasikmalaya. Namun saat ini, justru karyawan UPTD Parkir melakukan jemput bola. Dengan cara, melakukan penagihan langsung. Pada, setiap harinya kepada petugas jukir ke sejumlah lokasi.
“Sebelumnya, kita sosialisasikan dulu pada Desember 2022 kepada 400 jukir yang memiliki SP. Termasuk juga ada perjanjian kerja dan fakta integritas diatas materai,”ujar Kepala UPTD Pengelola Parkir Kota Tasikmalaya, Uen Haeruman S.Kep, Ners, M.Si, Selasa (31/01/2023).
Kata Uen, setiap petugas jukir itu setornya sebesar Rp 10 ribu per harinya. Pihaknya, menagih para jukir tersebut dari mulai pukul 08.00-14.00 WIB. Kemudian, dilanjut dari pukul 15.00-21.00 WIB. Penagihan itu, langung dilakukan oleh 9 orang karyawan UPTD Parkir, ke sejumlah lokasi. Adapun, nilai satu hari Rp 10 ribu itu, hasil dari kesanggupan para jukir dalam perjanjian diatas materai. Tadinya, UPTD Parkir minta Rp 15 ribu-Rp 20 ribu.
Dengan cara jemput bola itu. Tentunya, sangat berdampak positif, ada kenaikan realisasi setoran harian tersebut. Meski, nilainya tagihan itu fluktuatif, karena petugas jukirnya ada yang sakit dan lainnya. Namun, kalau bayar semua petugas jukir itu. Dalam satu hari saja, dapat mencapai sebesar Rp 3 juta.
“Kita mulai tagih itu, pada 02 Januari 2023. Sehingga, kalau dikalkulasikan dari tanggal tersebut sampai hari ini. Sudah ada sekitar Rp 85 juta, semoga saja nanti malam bisa menambah lagi, hingga bisa mencapai Rp 100 juta. Tentunya, saya juga ikut menagih langsung ke lapangan itu,”imbuhnya.
Bila dibandingkan tahun sebelumnya, lanjut Uen. Per bulannya itu, hanya mencapai Rp 70 juta. Sehingga, dengan cara jemput bola menagih harian ke lapangan itu. Tentunya, ada kenaikan secara signifikan dan cara itu sangat efektif dalam upaya untuk mendongkrak PAD.
“Target dalam satu bulan itu sebesar Rp 100 juta. Tapi, kita juga akan evaluasi untuk ke depannya. Tentunya, supaya bisa lebih baik lagi. Terkait dengan para petugas jukir, semuanya sudah masuk BPJS ketenagakerjaan yang dibayar oleh Pemkot Tasikmalaya,”bebernya.
Ketika disinggung, berapa target PAD pada tahun 2023 ini. Mantri kesehatan itu menjelaskan. Bahwa, targetnya itu sebesar Rp 3,6 milyar, meski potensi parkir yang di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) dan Jalan Cihideung telah hilang. Karena, telah disulap sebagai kawasan pedestrian yang bebas parkir. Namun, dengan target itu pihaknya berupaya semaksimal mungkin, agar bisa tercapai.
“Perlu, diketahui bahwa yang bisa setor ke UPTD Parkir itu, hanya lokasi yang berada dipinggir jalan saja. Sedangkan, lokasi parkir yang diluar itu masuknya berupa pajak dan langsung bayarnya ke Dispenda,”pungkasnya.(AR)

