Warga Harga Mati!Bila Kades Cecep Tidak Bisa Batalkan Sertifikat, Mundur Saja

Majalengka (kilangbara.com)-Pasca ratusan warga mendatangi Kantor Kepala Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Jumat (18/11/2022). Guna, untuk menuntut agar Kepala Desa Salawana, Cecep. Segera, membatalkan sertifikat tanah milik Desa Salawana yang sudah disertifikatkan atas nama Danlanud Sugiri.

Kini, sejumlah warga tersebut pun telah memberikan warning terhadap Cecep. Bahkan tak tanggung-tanggung, apabila Kades Salawana itu tidak dapat membuktikan. Bisa, segera membatalkan sertifikat tersebut, dalam kurun waktu satu minggu. Maka konsekuensinya itu, Cecep harus mengundurkan diri saja dari jabatannya sebagai Kades Salawana.

“Ya, kalau tidak bisa membatalkan sertifikat itu. Maka, Sabtu harus mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Salawana. Tentunya ini, adalah harga mati dan final terhadap Cecep,”kesal sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (22/11/2022).

Apalagi kata tokoh, sebelumnya pada saat masyarakat mendatangi Kantor Desa Salawana, Jumat (18/11/2022) dan bertemu dengan Cecep itu. Sudah ada kesepakatan, apabila dalam satu minggu. Kades tidak bisa membatalkan sertifikat itu, maka konsekuensinya harus mengundurkan diri. Perjanjian tersebut, dituangkan dalam berita acara yang ditanda tangani Kepala Desa dan BPD yang disaksikan oleh Muspika Kecamatan.

“Kades Cecep itu sudah berani memberikan tanda tangan kepada Danlanud Sugiri. Guna untuk mensertifakatkan tanah Desa Salawana tanpa musyawarah dengan warga,”
ucapnya.

Sebelumnya, masa geram dan marah. Karena, tiba tiba saja muncul tanah milik Desa Salawana sudah disertifikatkan sebanyak sembilan sertifikat, atas nama kepemilikan Danlanud Sugiri. Padahal warga tidak memberikan izin, namun anehnya justru Kepala Desa memberi izin tanda tangan. Sebab, kalau tidak ada tanda tangan dari Kepala Desa. Mana mungkin, bisa pihak Danlanud Sugiri bisa menyertifikatkan tanah desa milik Salawana kepada BPN Majalengka.

Padahal, dari dulu siapa pun yang menjadi Kepala Desa Salawana. Tidak pernah, memberikan izin tanda tangan kepada Danlanud Sugiri untuk mensertifikatkan tanah kepemilikan Danlanud Sugiri itu. Pasalnya, tanah tersebut milik Desa Salawana yang kini diklaim oleh pihak Danlanud Sugiri. Sehingga, selaku warga Desa Salawana siap mati sampai titik darah penghabisan. Guna, untuk mempertahankan tanah milik desa itu.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!