Di Stasiun Tasikmalaya, Tiket Lebaran Ludes, 70 Persen Pemudik ke Jawa
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Walaupun arus mudik lebaran 2022 masih jauh. Tapi, animo masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Dengan, menggunakan kereta api sangat antusias. Pasalnya, begitu banyak masyarakat yang sudah membeli tiket, guna untuk mudik lebaran tersebut.
Kepala Stasiun Tasikmalaya, Muhammad Badras menjelaskan. Bahwa, semua penjualan tiket secara online itu, sudah dibuka sejak H-45. Tiket tersebut, bagi semua jurusan kereta api dari Stasiun Tasikmalaya. Bahkan, semua tiket untuk mudik lebaran itu, baik kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif sudah ludes terjual. Paling cepat terjual, adalah tiket keberangkatan pada, 30 April 2022.

“Pemudik paling banyak, ke arah timur (Jawa Tengah dan Jawa Timur) sekitar 70 persen. Sedangkan, ke arah barat hanya sekitar 30 persen. Dalam 1 hari yang berhenti di Stasiun Tasikmalaya ini. Ada, 22 kereta secara pulang pergi (barat dan timur),”ujarnya, Rabu (13/04/2022).
Badras menuturkan, semua penjualan tiket secara online itu langsung dari pusat. Pihaknya paling bisa melayani menjual tiket secara manual, sekitar 2 jam sebelum pemberangkatan, bagi semua jurusan kereta yang ada di Stasiun Tasikmalaya. Namun itu juga selama tiketnya masih masih tersedia. Tentunya, sekarang ini mungkin akan terjadi peningkatan penumpang, malah bisa mencapai 100 persen. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Adapun ditengah pandemi ini, PT KAI tetap menjaga prokes ketat. Bahkan, ada surat edaran dari Kemenhub Nomor 69 Tahun 2022. Serta, sudah disosialisasikan kepada sejumlah masyarakat,”terangnya.
Badras mengatakan, syarat bagi penumpang untuk menjaga prokes itu. Diantaranya, penumpang yang sudah punya vaksin lengkap pakai booster, tak perlu tes antigen. Sedangkan, kalau pemudik vaksin kedua harus dilengkapi tes antigen. Sedangkan, bila vaksin pertama harus gunakan PCR atau swab. Tapi, bila yang belum sama sejali, kalau comorbid harus dilengkapi dengan surat keterangan dokter dan PCR.

“Itu syarat bagi sejumlah penumpang yang akan mudik lebaran. Tentunya dengan adanya prokes ketat tersebut. Dalam upaya, guna untuk antisipasi penularan Covid-19,”imbuhnya.
Stasiun Tasikmalaya, lanjut Badras merupakan salah satu stasiun besar Type C dan masuk ke DAOP II Bandung. Rencananya ke depan, distasiun peninggalan belanda tersebut akan ada penambahan fasilitas baru.(AR)

