Plt Walikota Tasik : Superblock, Selama Menempuh Perizinan, Silahkan Saja

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Plt Walikota Tasikmalaya, Drs HM Yusuf menangapi statement dari pegiat Kota Tasikmalaya, Ir H Nanang Nurjamil yang mengatakan belum waktunya, rencana pembangunan superblock di Kota Tasikmalaya.

“Kalau selama menempuh perizinan, silahkan saja, superblock membangun. Kami justru merespon ada investor yang datang ke Kota Tasik,”bebernya usai menghadiri vaksinasi, di Puskesmas Kersanegara, Jumat (29/01/2021).

Kata Yusuf, secara RDTR Kota Tasikmalaya, rencana lokasi yang akan dibangun di Kecamatan Bungursari itu, tidak ada masalah. Justru nantinya bisa menyerap tenaga kerja, khususnya bagi masyarakat yang ada di Kecamatan tersebut.

“Kurang lebih bisa menyerap tenaga kerja sekitar 15 ribu orang. Bahkan kehadiran pengembang itu, tentunya bisa mengairahkan iklim investasi di Kota Tasikmalaya,”ungkapnya.

Menurut Yusuf, investor tersebut baru rencana, untuk membangun superblock tersebut. Sehingga belum ada apa-apa, kalau memang jadi, pihaknya minta kepada pengembang itu, harus mematuhi semua perizinan yang berlaku.

“Kita, kedatangan salah satu konsultan untuk pembangunan superblock, seluas kurang lebih dilahan 20 hektar. Mereka memaparkan rencananya, termasuk mau investasi sebesar Rp 4,24 triliun,”imbuhnya.

Sehingga, lanjut Yusuf kalau mereka sudah fix, tinggal mengurus semua perizinannya. Jadi, kini tinggal tunggu saja, kelanjutan investor tersebut. Tapi intinya, Pemkot Tasikmalaya welcome terhadap semua investor, selama bisa mengikuti perizinan yang berlaku.

Sebelumnya, pegiat Kota Tasikmalaya, Ir H Nanang Nurjamil mengatakan belum waktunya, rencana pembangunan superblock di Kota Tasikmalaya. Karena, kemacetan di Kota Tasikmalaya, belum seperti di kota metropolitan lainnya.

Apalagi, akses ke berbagai pusat kegiatan seperti perkantoran, perdagangan, pariwisata dan yang lainnya, masih relatif lancar. Serta mudah hingga tidak ada hambatan yang membuat masyarakat merasa tidak nyaman.

Termasuk, soal dampak lingkungan, jika akan dibangun diatas lahan 20 hektar di Kecamatan Bungursari, tentunya akan terjadi alih fungsi lahan produkti, jadi bangunan. Tentunya hal itu akan semakin memperparah terjadinya penyusutan lahan pertanian. Sebab selama ini persentasenya justru sudah sangat memprihatinkan.

“Meski, baru sebatas rencana penawaran dari investor yang sudah dipresentasikan oleh konsultan. Namun Pemkot Tasikmalaya tetap harus hati-hati, bisa mengkajinya secara holistik serta terintegrasi,”pintanya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!