Oktober 2020, Polres Tasik Kota, Ungkap 9 Kasus Narkoba, Dengan 9 Tersangka

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Selama periode Oktober 2020, Sat Res Narkoba Polresta Tasikmalaya mengungkap 9 kasus peredaran narkoba jenis sabu dan berbagai jenis obat terlarang.Dengan 9 tersangka yang diringkus dari lokasi yang berbeda.

Dalam pengungkapan itu, petugas turut menyita barang bukti paling banyak obat terlarang 16.358 butir, 47,7 gram sabu, 9 gram ganja dan 25 gram tembakau sintetis.

“Penangkapan ini bermula laporan warga dan penyelidikan petugas di lapangan.Jadi, selama Oktober 2020 ini, kita ungkap 9 kasus dengan 9 tersangka,”beber Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan.Dalam siaran persnya di Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (03/10/2020).

Doni menjelaskan, pihaknya berhasil menyelematkan ribuan orang dari narkoba selama Oktober 2020 itu.Ada 9 tersangka diamankan dan yang 3 diantaranya itu, residivis dan sisanya pengedar baru.Adapun, modus para tersangka selama ini, cara mendapatkannya, lewat kiriman dari sistem online dan menjual kepada para pembelinya dengan sistem tempel.

“Pengedar janjian tempat dengan calon pembeli.Lalu, mengambil barang haram tersebut dilokasi yang telah disepakati.Sedangkan, kalau pembayarannya dilakukan oleh calon pembeli dengan cara ditransfer ke pengedar,”tambahnya.

Kata Doni, sasaran peredaran narkoba di wilayah Tasikmalaya selama ini.Adalah generasi muda terutama pemakaian obat terlarang.Apalagi harga obat terlarang yang dijual oleh pengedar itu, dinilai murah yakni 10.000 dapat 3 butir.Adapun, jenisnya itu hexymer, tramadol dan triheks.Obat tersebut, diketahui selama ini sebagai obat penenang yang disalahgunakan oleh generasi muda.

“Dampak konsumsi obat itu, mereka biasanya menjadi brutal dan tak lepas dari aksi kekerasan yang terjadi di jalanan selama ini.Obat ini jenis obat penenang yang bisa memicu adrenalin dan biasanya menyebabkan aksi kejahatan dan kekerasan,”ungkapnya.

Kini kasus tersebut, lanjut Doni terus dikembangkan, karena pengirimnya masih dilakukan pengejaran.Obat terlarang dan sabu yang beredar di Tasikmalaya selama ini.Sebagian berasal dari pengedar besar asal Jakarta.Kini para tersangka telah mendekam di sel tahanan Polresta Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Mereka diancam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009.Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman oenjara minimal 6 tahun maksimal 20 tahun penjara,”pungkasnya.(DN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!