Viral Kejadian Abah Nana, Pemkot Tasik Disindir Baru Muncul Setelah Media Sudah Bergerak
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Setelah viral dalam pemberitaan diberbagai sejumlah media online. Terhadap, kisah Abah Nana seorang lansia yang tinggal digubuk reot bareng cucunya. Diarea, pemakaman Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Ternyata, Pemkot Tasikmalaya baru bisa ikut bergerak. Padahal, selama ini Nana tinggal bersama dengan cucunya yang notabene seorang penyandang disabilitas, disebuah gubuk yang tak layak huni. Sehingga, miris luput dari perhatian Pemkot Tasikmalaya.
“Kejadian itu faktanya peran dari media hingga viral. Ke depan, kita dorong Pemkot Tasik jangan sampai ketika media sudah bergerak, baru Pemkot ikut turun”ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Saat, ditemui kegiatan di Aula Kecamatan Bungursari, Senin (2/11/2026).
Sehingga kata politisi PDIP itu, Pemkot Tasikmalaya perlu untuk segera melakukan evaluasi. Baik itu mulai dari Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Camat, Lurah, RT dan RW. Tentu, besar harapan agar Walikota dan Wakil Walikota bisa datang langsung melihat kondisi gubuk reot Abah Nana tersebut.

“Pak KDM saja datang langsung ke lokasi, pasca viral disejumlah media online. Berikan, bantuan modal sebesar Rp25 juta dan siapkan pembangunan rumah layak huni. Termasuk, pengobatan kepada cucu Abah Nana itu,”ungkapnya.
Kepler mengingatkan, sebenarnya belajar dari pengalaman tersebut. Supaya, para Lurah, Camat, RT dan RW mulai dari sekarang ini bisa mengindentifikasi diwilayah masing-masing. Dikuatirkan, masih ada Nana-Nana lainnya yang luput perhatian selama ini.
Sedangkan, terkait dengan program bantuan rutilahu. Perlu, dievaluasi dari regulasi dan salah satunya tentang swadaya harus dikaji ulang. Kalau, sudah miskin tak mungkin swakelola dan tak didukung masyarakat.
Karena, ada regulasi yang menghambat dilapangan. Salah satunya, tanah harus milik pribadi dan itu yang jadi masalah. Meski begitu, tolong bisa dibantu agar RT dan RW sama-sama cari solusinya. Hal itu, menjadi bagian permasalahan bagi warga miskin ekstrim yang tidak dapat bantuan rutilahu.
“Namun kejadian Abah Nana itu bisa ada solusi. Bukan, terkait tanah harus milik sendiri, melainkan ada keputusan diluar administrasi dengan datangnya langsung Pak KDM,”pungkasnya.(AR)

