Di Shelter PKL Dadaha, Diky Candra Meledak Amarahnya Bongkar Ulah Pejabat Pemkot Tasik
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Suasana Shelter Dadaha Kota Tasikmalaya yang tadinya begitu riuh gempita. Dalam, kegiatan seremonial pembukaan tempat baru. Bagi, sejumlah PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro (PPKM) Dadaha, Rabu (7/10/2026).
Tiba-tiba saja, mendadak berubah menjadi tegang. Ketika, Wakil Walikota Tasikmalaya, Diky Candra memberikan sambutannya dengan meluapkan amarahnya. Terhadap, ulah sejumlah pejabat yang berada dilingkungan Pemkot Tasikmalaya.
“Saya hari ini ada undangan ke Pemkot DKI yang akan memberi hibah kendaraan ke Pemkot Tasik, termasuk juga ada undangan ke DPD RI. Sehingga, saya coba disposisikan ke pejabat lain. Tapi, tidak ada satupun pejabat yang mau datang ke Shelter PKL ini. Bae we lah, urang nu datang sorangan!,”kesalnya.
Diky mengaku, semalam dirinya sempat emosi terhadap sejumlah pejabat terkait. Karena, tidak ada yang mau menghadiri pembukaan Shelter PKL tersebut. Sehingga, terpaksa Diky yang harus datang ke shelter itu. Resikonya, berangkat ke Jakarta harus diundur waktunya. Padahal, undangannya itu pukul 14.00 WIB sudah berada di Jakarta.

Ironisnya, malah ada saran dari pejabat itu supaya dirinya jangan datang ke shelter. Tapi, Diky tak peduli tidak ada urusannya dan datang sendiri. Karena, mereka adalah warga Kota Tasikmalaya. Pejabat itu mana pedulinya, jangan termakan oleh asumsi. Tapi, ajaklah PKL duduk bersama jalin komunikasi.
“Sehingga, jujur saja hari ini meledak amarah dengan cara kerja sendiri. Meskipun, pada hari ini juga sedang ditunggu di Jakarta. Sementara, tadi pagi harus mewakili Walikota hadir di PPIK yang baru semalam perintahnya, saya pun manut donk,”imbuhnya.
Kata Diky, bayangkan badannya itu cuma satu harus didua tempat dihari yang sama. Dengan, kondisi seperti itu wajar saja memberikan disposisi tapi pejabatnya tidak ada yang mau datang ke shelter. Ironisnya, justru malah menyuruhnya jangan datang.
“Gara-gara semalam saya marah dengan para pejabat, skrng ini mereka datang ke Shelter PKL ini. Tentunya, ketegasan itu perlu dilakukan dilingkungan Pemkot Tasikmalaya, kalau lembek sulit pak dan mudah-mudahan apapun yang terjadi, bisa jadi perbaikan ke depannya,’pintanya.
Ketika disinggung terkait penataan PKL, Diky mengaku terus terang, tidak tahu menahu dengan penataan PKL Dadaha itu. Karena, sejak awal tidak pernah dilibatkan sama sekali. Walikota, dulu mengarahkannya ke Asep MP, makanya tidak tahu regulasi dan lainnya. Jadi tidak paham, karena itu ranah kebijakan dan tak pernah dilibatkan sama sekali.(AR)

