PMII UNITAS Turun Ditengah Warga, Gerakan Mahasiswa Tidak Hanya Berhenti di Kampus Saja
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Gerakan mahasiswa selama ini tidak seharusnya berhenti dikampus saja. Namun juga harus bisa turun ditengah warga. Hal itu, dilakukan oleh Komisariat PMII Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS). Melalui, PMII Back to Society turun ke tengah masyarakat. Di Kampung Tanjungsari, Desa Nagaratengah, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/9/2026).
PMII, mengadakan kegiatan yang diisi Maulid Nabi Muhammad SAW, santunan anak yatim, dan sapa isu daerah. Kegiatan itu, bukan sekadar agenda seremonial. Ada pesan yang ingin ditegaskan, mahasiswa harus kembali kepada masyarakat. Sebagai, ruang pengabdian, pembelajaran dan perjuangan.
“Kami tidak boleh hanya ramai dikampus, tetapi sunyi. Ketika, masyarakat menghadapi persoalan dan turun ini bukan hanya untuk memberikan santunan. Tapi untuk mendengar suara mereka,”beber Ketua Rayon Syariah KomisariatPMII UNITAS, Muhammad Rifa’i.
Menurut Rifa’i, suara masyarakat harus menjadi bagian penting dalam gerakan mahasiswa. Masyarakat,jangan hanya dijadikan objek kegiatan. Mereka, harus ditempatkan sebagai subjek. Pihaknya, datang bukan dengan merasa paling tahu. Namun, mendengar dan belajar dan setelah itu mahasiswa harus mampu membawa suara tersebut, ke ruang-ruang diskusi dan ruang kebijakan.
Keberanian mahasiswa, turun langsung ke masyarakat merupakan bagian dari karakter PMII sebagai organisasi kader yang menggabungkan nilai keislaman, intelektualitas, kepedulian sosial, dan keberanian melakukan kontrol terhadap realitas disekitarnya.
“Melalui Back to Society, PMII ingin menunjukkan, bahwa gerakan mahasiswa bukan hanya tentang siapa yang paling lantang berbicara. Namun, siapa yang bersedia mendengar dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,”ungkapnya.(***)

