Tim Pemkot Tasik Tak Konsisten Rekayasa Lalin di Dadaha, Weekday Ditutup dan Minggu Dibuka
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Tim Penataan Dadaha Pemkot Tasikmalaya, kini tengah disorot. Pasalnya, tidak konsisten menerapkan rekayasa lalu lintas. Terkait, penutupan ruas jalan di Kawasan Dadaha. Bagi, sejumlah kendaraan bermotor mulai, dijalan depan GOR Sukapura sampai dengan depan GGM.
Rekayasa lalin itu mulai diberlakukan, 20 Agustus 2026. Sehingga sejak beberapa hari, dikawasan tersebut terlihat steril dari berbagai kendaraan. Namun, rupanya aturan itu tidak berlaku pada Minggu pagi (30/8/2026). Karena, barrier dan rambu dilarang masuk telah disingkirkan. Tak ayal, kendaraan, roda PKL, becak bebas melintasinya.
“TIM Penataan Dadaha Pemkot Tasik, tidak konsisten berlakukan penutupan dikawasan itu. Jangan ada kesan weekday ditutup, namun minggu pagi malah dibuka. Kalau begitu, tidak ada keseriusan menerapkan aturan itu,”heran salah satu pengendara motor, Dendi Hari, Minggu (30/8/2026).

Padahal, tutur Dendi. Pada, saat weekday itu sudah berjalan dan masyarakat pun mengikutinya. Dengan, rekayasa lalu lintas
dari arah Jalan Tentara Pelajar. Dialihkan melalui Jalan Lingkar Dadaha (area GOR Susi Susanti-GGM). Kemudian, keluar dari perapatan GGM-Kampus UPI-Alun-Alun Dadaha-Jam Gadang. Namun, tiba-tiba saja malah dibuka penutupan dikawasan itu.
Terpisah, Kabid Lalin Dishub Kota Tasikmalaya, Gumilar menuturkan, bahwa pihaknya belum ada perubahan pengaturan dilokasi itu. Sehingga, tetap seperti semula penutupan diruas jalan tersebut.
“Mungkin saja, tadi itu situasional dari rekan-rekan dilapangan. Kebetulan, saya pada hari ini tidak ke lokasi kang. Karena, saya sedang mengantar anak yang daftar kuliah,”ungkapnya.
Ketika disinggung sampai kapan uji coba rekayasa lalin itu. Gumilar menyampaikan,
sesuai prosedur masa sosialisasi akan berlangsung 30 hari. Tentunya, akan terus dievaluasi secara rutin untuk bahan perbaikan atau pengaturan lebih lanjut.(AR)

