Datang ke PWI Majalengka, Wagub Jabar : Pemerintah Tidak Alergi Dikritik
Majalengka (kilangbara.com)-Wakil Gubernur Jabar, H Uu Ruzhanul Ulum menegaskan pemerintah tidak alergi kritik dan itu sudah menjadi fungsi media sebagai kontrol sosial.Namun kalau ada kekurangan atau kritik terhadap pemerintah.Tentunya, bisa disampaikan dengan cara cara baik sesuai peraturan hukum yang berlaku.
Peran wartawan itu sebagai ratu dunia.Pengakuan itu seperti terungkap dalam lagu qosidah.Dimana insan pers tersebut mampu mengarahkan dan memberikan informasi kepada masyarakat.Baik sifatnya positif maupun negatif.
“Kalau dalam lirik lagu itu, wartawan bisa memuji atau mencaci.Jadi, aktivitas dunia ini salah satunya tergantung bagaimana informasi yang diberikan pers kepada khalayak,”beber mantan Bupati Tasikmalaya dua periode itu.Ketika berkunjung ke Sekretariat PWI Majalengka, Minggu, (05/07/2020).
Uu menuturkan peran media massa sangat luar biasa.Karena, selain mampu memberikan informasi dengan jangkuan yang sangat luas dan jumlah yang banyak.Ternyata media pun juga mampu membangun dan menggiring opini publik.
Pemerintahaan meminta kepada para jurnalis untuk memberikan informasi yang edukatif, hiburan, persatuan dan kesatuan serta bukan berita bohong (hoax).Karena penyajian berita tanpa data dan fakta (hoax), itu berdampak luar biasa terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat.
Ketua PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam mengatakan wartawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.Harus selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, peraturan dewan pers dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.Bahkan dari PWI Majalengka membuat baliho besar. Terkait 11 poin kode etik jurnalistik.Hal itu untuk menghindari praktik berita bohong, mengadu domba dan pentingnya hak jawab dan koreksi, cover both side.(Sam)

