Diky Candra : Provinsi Akan Bangun Pusat Perdagangan dan Hutan Bambu di Kota Tasik
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Lewat usulan dari Pemkot Tasikmalaya kepada Provinsi Jawa Barat. Supaya, aset milik Provinsi Jawa Barat yang berada di Kota Tasikmalaya bisa dimanfaatlan. Akhirnya, kini telah mendapat respon positif dari provinsi tersebut.
“Alhamdulilah, sudah ada respon dari provinsi. Kita, minta agar aset yang ada di Kota Tasikmalaya bisa dimanfaatkan untuk perbaikan perputaran ekonomi warga,”terang Diky Candra saat ditemui kilangbara.com di GCC, Minggu (14/6/2026).
Kata Diky, salah satu aset milik Provinsi Jawa Barat di Kota Tasikmalaya itu. Berada, di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) tepatnya di Padayungan dulunya dipakai pertambangan dan saat ini terbengkalai. Sehingga, pihaknya mengusulkan ke Provinsi Jawa Barat agar bisa dimanfaatkan.

“Dilokasi itu, nanti akan dijadikan pusat perdagangan UMKM. Pelaksana teknisnya itu langsung dari provinsi. Semoga saja, bisa secepatnya dibangun dan dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk perputran ekonomi,”ujarnya.
Selain itu tutur Diky, Provinsi Jawa Barat juga akan membangun hutan bambu. Anggarannya juga dari provinsi dan titiknya itu tadinya ada dua. Dititik pertama, sudah survei bersama, namun ketika ada ngaruwat cai. Tiba-tiba saja, provinsi tertarik dititik kedua yang berada di Gunung Kokosan.
Anggarannya tersebut, sudah ada di provinsi dan akan dibuat pada tahun 2026. Hutan bambu itu, beranak dari hutan kota. Karena, di Kota Tasikmalaya tidak punya Dinas Kehutanan. Sehingga,tidak bisa menerima anggarannya. Akhirnya, bikin yang kecil yakni hutan bambu saja.
“Sebetulnya target dari awalnya hutan kota, dulu saya menemui Kadishut Provinsi Jabar dan Kementrian Kehutanan. Tadinya, lokasi mau di Urug dengan nama Tahara ada kesenian, arum jeram, off road dan lainnya. Karena tidak punya Dishut disini, ya
akhirnya hutan bambu saja,”ungkapnya.(AR)

