Tasikmalaya Kehilangan Pencipta Lagu Handal, Selamat Jalan Dicky Martin Karyamu Abadi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Innalillahi wa innailahi rojiun, kabar duka telah menyelimuti dunia musik di Tasikmalaya. Pasalnya salah satu musisi, produser dan pencipta lagu, Dicky Awaludin atau lebih dikenal Dicky Martin. Telah, berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (3/8/2025) malam. 

Direktur MYD Record itu, dimakamkan dipemakamakan didekat rumah orang tuanya. Di Kampung Cisangkir RT 001 RW 005 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya. Almarhum, meninggal dunia diusia muda 43 tahun. Semasa hidupnya, Dicky Maetin punya riwayat penyakit darah tinggi.

Kepergian musisi yang murah senyum tersebut, banyak mengagetkan semua pihak. Salah satunya itu, Adi Haryan atau dikenal Adi Bewok. Pria yang merupakan sahabat sekaligus partner almarhum di MYD Record itu. Mengaku, merasa kehilangan Dicky Martin.

Bewok bercerita, bahwa dengan almarhum tersebut banyak kenangan. Karena, secara pribadi itu cukup lama mengenal Dicky. Bahkan, beberapa tahun terahir ini memang sedang banyak garapan bareng. Terkait, project musik di MYD Record yang berada di Jalan SL Tobing Kota Nomor 117 Kota Tasikmalaya.

“Dicky Martin salah satu musisi Tasik yang inspiratif, seorang komposer handal yang mampu menciptakan karyanya. Dengan, berbagai genre dan mengemasnya dengan sempurna,”ujarnya. Saat dihubungi kilangbara.com, Senin (5/8/2025).

Dicky dimata Bewok sosok yang sangat piawai mengemas musik. Kalau, bikin dangdut terasa dangdutnya, begitupun jika bikin hiphop sangat kental hiphopnya. Termasuk, dengan sejumlah genre-genre yang lainnya.

Bahkan, memiliki semangat yang luar biasa untuk bisa mewujudkan mimpinya. Salah satunya itu, ingin mewujudkan Tasikmalaya menjadi barometer industri musik nasional. Obsesinya itu, ada juga sebaguan yang sudah terwujud.

Dulu sering bilang, nanti di Tasik harus ada label musik yang jadi kebanggaan warga Tasik khususnya dan umumnya Jabar juga nasional. Serta, mudah-mudahan label tersebut yang mengelolanya Dicky Martin dan Adi Bewok.

“Dicky tidak pernah kehabisan ide dalam berkarya. Meskipun kadang konyol, namun sisi konyolannya pun menjadi karya yang luar biasa. Terbukti, dengan beberapa karya yang sudah publish,’bebernya.

Salah satu karya konyol itu tutur Bewok. Telah, dipublis di Channel MYD Record yang berjudul “Tongeret” yang dinyanyikan oleh Iki Blo’on Tiktoker asal Bandung. Termasuk, lagu “Well Well Well” yang dinyanyikan oleh Jek Deni Tiktoker asal Ciamis.

“Orangnya sangat humble dan humoris. Namun, sangat bertanggungjawab terhadap karyanya. Bagi saya, dia satu-satunya partner terbaik dalam berkarya selama perjalanan karir musik saya, tidak tergantikan,”imbuhnya.

Sedangkan kata Bewok. Terkait, keberadaan label musik MYD Record yang dikelolanya. Bukan untuk dirinya, tapi untuk semua musisi Tasik yang membutuhkan keberadaannya (label). Entah itu, butuh recording, mixing mastering hingga publishing. Dalam hal ini, Dicky memperlakukan musisi Tasik dengan spesial. Bahkan, memberikan harga yang spesial khusus untuk barudak Tasik yang punya karya.

Serta, bisa merekam karyanya dengan harga sangat terjangkau hingga mixing mastering. Dengan kualitas setara internasional, boleh dibuktikan dan ucapan dirinya bisa dipertanggungjawabkan. Sekedar informasi, Dicky juga jadi bagian dari team produksi di Akademi Lagu Sunda (ALS) yang lahir dari tahun 2021 hingga sekarang ini.

Hal itu, dalam rangka ngamumule lagu berbahasa sunda dengan berbagai genre modern. Tujuannya, agar generasi muda k
tidak lupa dan bahkan bangga dengan bahasanya sendiri. Dicky juga banyak terlibat diberbagai pergerakan musisi lainnya.

“Terus terang, kalau untuk ukuran komposer di Tasik mah, tidak ada yang setara dengan Dicky Martin. Tanpa, bermaksud merendahkan yang lainnya. Namun ini fakta yang tidak terbantahkan,”ungkapnya.

Bewok mengaku, kalau kenangan dengan almarhum itu banyak banget. Karena, secara pribadi cukup lama kenal dengan Dicky. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini memang lagi banyak garapan bareng. Terkait, dengan sejumlah project musik.

“Saya dan teman lainnya akan meneruskan cita-cita mulia beliau. Kami, akan menjaga keberadaan MYD Record. Agar, bisa tetap bermanfaat untuk semua pihak yang membutuhkan keberadaannya,”janjinya.

Tentunya kata Bewok. Obsesi berkaitan, ingin sukses bareng tersebut. Bukan, Dicky dan Bewok harus terkenal dan kaya dari musik. Tapi, sukses adalah ketika bisa mengantarkan salah satu potensi yang berasal dari Tasikmalaya. Hingga, sampai nasional bahkan internasional.

“Lalu, si potensi itu bisa menjembatani kawan-kawan yang lain agar menjadi seperti dirinya. Terus, saling tarik menarik agar semakin banyak yang mencapai puncak. Hal itulah sukses kami sekarang,”terangnya sambil menitikan air matanya teringat almarhum.

Bewok menjelaskan, ada beberapa orang yang berperan penting dalam perjuangannya. Salah satunya itu, Igo (anak didik Dicky yang sudah membersamai selama belasan tahun. Kemudian, H.Supriadi owner MYD Record yang sampai saat ini mensupportnya.

Ketika disinggung, Dicky meninggal dunia akibat punya riwayat penyakit. Bewok membenarkan, almarhum punya riwayat hipertensi. Bahkan, akhir-akhir itu
badan sama pikirannya lagi cape banget. Bahkan, lagi sering mengeluh kondisi kesehatannya.

Ketika, Jum’at siang Dicky makan asin dan sorenya pusing, mual juga muntah-muntah. Sehingga, pukul 20.15 WIB harus masuk IGD RS JK. Kemudian, pukul 00.30 WIB masuk kamar 418 dan pukul 20.30 WIB sabtu malem meninggal dunia.

Sementara itu, Dicky Martin semasa hidupnya dengan kilangbara.com punya kenangan dulu. Ketika, mengadakan Talk Show Akademi Lagu Sunda di Gade Cafe. Saat itu, almarhum berkeinginan hadirkan artis nasional, Diky Candra hingga difasilitasi oleh kilangbara.com. Akhirnya, Diky Candra pun bisa hadir bareng Iki Bloon dan lainnya. Acara berlangsung meriah, hostnya tersebut adalah Adi Bewok.(AR)

*Selamat Jalan Dicky Martin Karyamu Abadi. Tasikmalaya Kehilangan Pencipta Lagu Handal*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!