“Sareukseuk” PKL Dadakan Penuhi Hazet Bikin Macet, Walkot Tasik : Kita Akan Turun ke Lokasi
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Saat ini, sejumlah tenda milik PKL dadakan. Ternyata, sudah penuhi Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya. Lapak tersebut, berdiri berjejer mulai dari pertigaan Jalan Cihideung-Pasar Mambo hingga perempatan Jalan Panyerutan.
Hadirnya PKL menjelang lebaran itu. Rupanya, berdampak pada kondisi lalu lintas yang kerap macet. Pasalnya, terjadi penyempitan badan jalan dan tak ayal sudah banyak dikeluhkan masyarakat khususnya pengguna jalan.
Kondisi seperti itu, kerap terjadi setiap tahunnya pada Bulan Ramadhan. Walaupun, Kota Tasikmalaya beberapa kali sudah berganti Kepala Daerah. Tapi, semuanya tidak ada yang mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Meski, pasar dadakan itu terjadi hanya satu tahun sekali. Namun, masyarakat Kota Tasikmalaya menilai keberadaan PKL dadakan itu. Hanya, memunculkan pemandangan kesemrawutan dipusat Kota Tasikmalaya. Sehingga, berharap agar pemerintah sekarang dibawah kepemimpinan Viman Alfarizi-Diky Chandra bisa mengatasi kondisi tersebut.

Salah satu warga Penyingkiran Indihiang Kota Tasikmalaya, Imas Masitoh (43)
menginginkan. Agar, Jalan Hazet tidak dijadikan pasar dadakan jelang lebaran. Selain “sareukseuk” (semraut) juga mengganggu arus lalulintas dan merampas hak pejalan kaki. Apalagi semakin dekat ke lebaran, masyarakat yang datang ke pusat kota untuk berbelanja keperluan lebaran semakin banyak.
“Kami jelas terganggu pak, mau parkir juga susah karena tempat parkirnya dipakai lapak pedagang,”heranya, Jumat (22/03/2025).
Sementara itu, Abdurrahman warga Babakan Payung Cihideung Kota Tasikmalaya. Sangat mendukung, jika di tahun ini tidak ada pasar dadakan di Hazet. Bukan menolak pedagang, tapi yang jelas dampaknya merugikan, lalulintas jadi macet dan tempat parkir pun tidak ada.
Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi mengatakan, bahwa Pemkot Tasikmalaya berusaha untuk terus melakukan penataan tempat-tempat yang selama ini digunakan para PKL berjualan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi, antar beberapa dinas dan leading sektor guna melakukan tahapan penataan tersebut.
“Kita akan turun ke lokasi bersama dinas teknis. Ya, tapi kita lihat dulu waktunya kapan. Sehingga, bisa melihat langsung penataan seperti apa yang harus dilakukan. Guna, meminimalisir gangguan yang ditimbulkan dengan adanya para PKL itu,”janjinya.(AR)

