“Tasik Usik Ku Musik” Kobarkan Spirit Karya Lokal Bisa Bergema di Panggung Digital
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ditengah revolusi industri musik diera digital seperti sekarang ini. Tak heran, banyak memiliki peluang pasar sangat besar dan menjanjikan. Bagi, sejumlah musisi lokal untuk bisa menunjukan karyanya.
Termasuk, para musisi lokal yang berada di Tasikmalaya. Dengan, mengobarkan semangat lagu karya lokal dipanggung digital. Tentu, langkah yang strategis untuk membawa identitas karya sendiri ke kancah dunia.
Panggung digital, telah mengandeng agregator dan publisher musik. Kini, telah memanggil musisi Tasikmalaya bisa menunjukan kreativitasnya. Sehingga saatnya, “Tasik Usik Ku Musik” kobarkan spirit karya lokal agar bisa bergema dipanggung digital.
Karena, platform seperti Spotify, Apple Music, TikTok, Instagram, Facebook menunggu disetiap waktu. Jadikan, platform tersebut sebagai sarana mempromosikan karya sejumlah musisi lokal Tasikmalaya.

Jadikan panggung digital itu, sebagai ruang apresiasi yang megah untuk karya musisi asal Tasikmalaya. Musik lokal, tidak hanya mencerminkan jati diri. Tapi juga memiliki kualitas yang siap bersaing secara global.
Dengan jargon “Tasik Usik ku Musik” sebagai gerakan untuk merangkul. Serta, mempromosikan karya para musisi lokal asal Tasikmalaya. Tentunya bukan lagu cover milik orang lain, namun lagu sendiri dan menjadi diri sendiri itu membanggakan.
Tasikmalaya, dikenal dengan segudang musisi dan sejarah mencatatnya. Salah satunya, Benny Soebardja musisi kelahiran Tasikmalaya. Pencipta lagu, di Giant Step itu dianggap sebagai The Godfather Rock of Indonesian oleh media asing.
Termasuk, Rhoma Irama sang Raja Dangdut Indonesia yang berasal dari Tasikmalaya. Tentunya, dua maestro musik tersebut harus ada regenerasinya. Sehingga, saatnya kini para generasi muda sebagai estafetnya.
(Kang Juenk, salah satu penikmat musik di Kota Tasikmalaya).

