Optimis Jadi Cagar Budaya di Kota Tasik, TACB Bakal Lakukan Penelitian Disejumlah Kawasan

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Tasikmalaya. Bakal, segera melakukan penelitian disejumlah kawasan yang diduga jadi tempat cagar budaya di Kota Tasikmalaya. Salah satu lokasinya itu, diantaranya adalah tugu koperasi, lingga yoni, stasiun kereta api dan lainnya.

Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr Deddy Mulyana S.STP M.Si menjelaskan. TACB tersebut, sudah memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tentunya, sertifikasi itu jadi penunjang untuk melakukan penelitian. Karena, selama ini ada beberapa kawasan yang diduga sebagai cagar budaya.

“Tapi, apakah itu cagar budaya atau bukan?nah itu jadi tugasnya TACB untuk menelitinya. Sebelum ada TACB Kota Tasik, kami berkoordinasi dengan kota/kabupaten tetangga yang sudah punya TACB. Namun, selama ini tidak maksimal,”ungkapnya. Usai, penyerahan sertifikat di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (23/04/2025).

Deddy berharap, setelah TACB Kota Tasikmalaya terbentuk sebagai ikhtiar, supaya Kota Tasikmalaya. Bisa, memiliki cagar budaya dan nantinya bisa sinergi dengan kemajuan wisata. Bahkan, nanti akan dibuatkan payung hukum sebagai penunjangnya. Seperti, diketahui Kota Tasikmalaya telah memiliki Perda Kebudayaan dan hal itu sebuah kelanjutannya.

Ketua TACB Kota Tasikmalaya, Agus Wirabudiman menambahkan. Bahwa, setelah dirinya menerima sertifikat dari BNSP. Kini, hanya tinggal menunggu SK dari Walikota Tasikmalaya. Kemudian, akan melakukan penelitian ke berbagai tempat yang diduga lokasi cagar budaya. Nantinya, bakal menanggani cagar budaya itu. Terkait. dengan situs, bangunan, benda, struktur dan lainnya.

“Kami yang akan menilainya bukan untuk menetapkan. Jadi, tupokasinya hanya menilai kelayakannya. Sesuai, dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. Sedangkan, nantinya yang akan menetapkannya itu Walikota Tasikmalaya,”bebernya.

Agus menjelaskan, TACB Kota Tasikmalaya itu ada 7 orang dengan latar belakang beragam. Adapun, untuk melakukan penelitiannya itu butuh waktu sekitar 3 bulan. Sedangkan, lokasinya itu, adalah tugu koperasi, lingga yoni, stasiun kereta api dan lainnya. Tugu koperasi, diutamakan pasalnya memenuhi syarat punya sejarah nasional. Serta, dalam upaya untuk mendongkrak ekonomi penyadaran terhadap koperasi. Apalagi, dulu kongres pertama koperasi di Indonesia digelar di Tasikmalaya, 12 Juli 1947.

“Kongres koperasi itu dulu juga dihadiri oleh Wapres RI, Bung Hatta dan beliau menginap di Penginapan Sunda di Jalan Tarumanagara. Nah, potensi Kota Tasikmalaya itu punya cagar budaya yang berskala nasional tersebut,”imbuhnya.

Selain itu lanjut Agus. Ada, situs lingga yoni yang berada di Kecamatan Indihiang yang akan dibidiknya. Situs tersebut, sebelumnya sudah ada penelitian dari Badan Arkeoligi. Situs itu, merupakan peninggalan pada abad ke 6. Sehingga, di Kota Tasikmalaya punya peninggalan leluhur yang hidup diabad tersebut.

“Kami optimis, tugu koperasi dan situs lingga yoni bisa memenuhi syarat menjadi cagar budaya. Bahkan, kalau tugu koperasi sudah ditetapkan Walikota. Nanti, dana pemeliharaannya itu oleh Kementrian Budaya. Karena, menyangkut dengan Wakil Presiden RI, Bung Hatta,”terangnya.

Sedangkan terkait mana dulu yang bakal dilakukan penelitiannya?Agus menuturkan, nanti penelitiannya bisa dibagi-bagi. Karena, ada 7 orang sehingga bisa dilakukan pola kerjanya berbarengan. Terkait, dengan proses penelitiannya tersebut. Namun yang diutamakannya itu, adalah tugu koperasi. Karena, memang sangat sexy yang berskala nasional.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!