Buntut Kendaraan Operasional Pemkot Tasik Raib, 13 Unit Masih Ditelusuri dan 35 Sudah Ditemukan

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Buntut, adanya temuan BPK RI terkait dengan hilangnya sebanyak 48 unit kendaraan operasional Pemkot Tasikmalaya. Ternyata, kini mendapat tanggapan dari Kabid Aset BPKAD Kota Tasikmalaya, Yeni.

Wanita itu menjelaskan, bahwa kendaraan yang hilang itu cukup lama. Bahkan, ada yang Kota Tasikmalaya masih berstatus Kabupaten Tasikmalaya dan tahunnya itu ada yang tahun 1998.

Saat itu, peralihan datanya masuk dalam aset yang diserahkan. Nemun, unit kendaraannya tidak ada, karena ada yang masih dipakai operasional atau mungkin ada yang sudah dijual.

Namun, dari 48 unit yang dinyatakan hilang itu. Saat ini, tinggal 13 unit yang masih ditelusuri. Serta, sisanya sebanyak 35 sudah ditemukan dan sudah dilaporkan ke BPK.

“Tentunya itukan hasil temuan dari BPK. Sehingga, begitu ditemukan kita langsung laporankan ke BPK,”bebernya, Senin (17/02/2025).

Yeni menyebutkan, bahwa hampir 50 persen dari kendaraan yang hilang operasional itu. Terjadi, dalam masa transisi antara pemerintahan Kabupaten ke Kota Tasikmalaya.

Sedangkan untuk yang 13 saat ini masih dalam proses penelusuran. Jadi, tidak bisa langsung dinyatakan hilang, bisa aja itu ada di Kabupaten. Sehingga, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kabupaten.

“Dari data yang berhasil kita temukan, lima unit dari kendaraan yang hilang merupakan kendaraan operasional, sebelum pemerintahan kota terbentuk,”ungkapnya.

Karena, beber Yeni. Pada, saat penyerahan pemerintahan dulu dari sekian juta aset yang diserahkan. Mungkin saja, ada yang tidak diserahkan dan sementara itu datanya masuk sebagai aset yang diserahkan.

Apalagi, waktu dulu pembentukan kota itu bagian aset belum ada. Baru, bagian perlengkapan dibagian umum. Saat, ditemukan ternyata ada yang dipinjam pakai. Termasuk, ada yang dioperasional kantor jadi bukan hilang.

Cuma, mungkin pada saat ada pemeriksaan oleh BPK tahun 2023. Sejumlah kendaraan itu tidak bisa dihadirkan, karena lagi dipinjam pakai ada yang sudah dijual. Tapi, belum dihapuskan tapi sudah ada SK penghapusan.

“Kita, akan terus berupaya mencari tahu terkait temuan BPK tersebut. Alhamdulillah, dalam satu tahun kemarin dari 48 unit yang ditanyakan hilang. Kini, tinggal 13 unit lagi dan itu masih terus kita telusuri. Begitu ditemukan, langsung kita laporkan ke BPK,”janjinya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!