Riswara : Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya, Harus Dipastikan Penyelenggara dan Pengawas Netral
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sekretaris Umum PMII Komisariat STISIP Tasikmalaya, Riswara Nugroho menyampaikan. Bahwa, Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya telah menjadi perbincangan hangat disemua masyarakat Kota Tasikmalaya. Sejatinya, Pilkada merupakan suatu proses dimana rakyat menggunakan hak pilihnya. Guna, untuk memilih dan menentukan siapa yang terpilih duduk dikekuasaan pemerintah ekskutif.
Selain itu, Pilkada juga merupakan momentum penting bagi semua untuk mengambil peran. Karena, berkaitan dengan nasib sebagai masyarakat untuk 5 tahun kedepan. Pemilu ada, karena tidak terlepas dari konsekuensi penerapan prinsip negara hukum yang di pilih oleh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia, telah memilih rechthtaat negara hukum sebagai konfigurasi politik bangsa ini. Konsekuensi, dari negara hukum itu adalah prisipnya perlindungan atas jamaninan hak asasi manusia. Salah satu, prinsip perlindungan terhadap hak asasi manusia, adalah proses politik yang harus mengakomodir hak hak wargannya.
Pentingnya, keterlibatan mahasiswa dan masyarakat untuk mengambil peran. Dalam, memastikan Pilkada berjalan dengan lancar dan adil. Pemilihan tahun ini, adalah momen yang harus dikawal bersama. Mulai, dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya di Kota Tasikmalaya yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024. Tentunya memerlukan pengawasan dari semua pihak.
“Saya mewakili mahasiswa aktivis PMII memiliki peran strategis dalam Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya. Terutama, dalam memberikan ide dan gagasan yang konstruktif,”terangnya, Kamis (31/10/2024).
Maka dari itu, tutur Riswara. Tentunya, harus memastikan bahwa penyelenggaraa dan pengawas Pilkada bersikap netral. Karena, netralitas adalah kunci untuk menjaga integritas Pilkada. Sebab, hal tersebut yang perlu dikawal bersama-sama. Selain itu, perlu diperhatikan juga dalam proses rekrutmen untuk petugas KPPS dan PTPS. Dengan cara, menekankan bahwa mereka yang terlibat tidak boleh memiliki afiliasi politik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
Netralitas petugas adalah hal yang harus dijaga. Mahasiswa dan masyarakat harus bersatu, guna untuk mengawasi proses tersebut. Sehingga, pemimpin yang terpilih nanti benar-benar berdasarkan pikiran rasional dan didasari hati nurani warga.
“Mari kita kawal Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya bersama-sama. Apalagi,
di Kota Tasikmalaya yang memiliki dinamika politik yang cukup tinggi dengan 5 calon kandidat. Kita, harus mengawasi proses ini demi masa depan kota Tasikmalaya yang lebih maju dari berbagai sektor dan bidang,”ajaknya.(***)

