Luka Memar!Diduga Dipukul Oknum Pejabat RSUD Ciamis, Sopir Ini Didampingi GMBI Lapor Polisi
Ciamis (kilangbara.com)-Seorang sopir ekspedisi bernama Leo Mulyono (23) warga Kampung Cibogo RT 006/003 Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Telah, melaporkan oknum pejabat RSUD Kabupaten Ciamis ke Polres Ciamis, Sabtu 30 Maret 2024. Pasalnya, sopir itu mengaku telah dianiaya oleh oknum pejabat tersebut. Dengan cara dipukul, hingga mengakibatkan luka memar diwajahnya.
Dalam laporan itu, korban didampingi oleh kuasa hukum Buana Yudha, SH, MH,
ayah kandung dan rekan dari LSM GMBI KSM Tamansari Kota Tasikmalaya. Berdasarkan, surat laporan polisi nomor : LP/ B /142/111 / SPKT / Polres Ciamis Polda Jawa Barat terkait dugaan tindak pidana penganiayaan pasal 351 dan atau 352 KUHPidana.
Menurut pengakuan korban, awal kejadian tersebut. Bermula, ketika dirinya mengirim Alat Kesehatan (Alkes) beserta obat-obatan ke RSUD Ciamis pada Sabtu (30/03/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Pada saat itu, korban sedang mengalami sakit gigi hingga tidak puasa. Karena, merasa lapar dan bermaksud untuk makan obat. Lalu, memakan roti didalam mobil yang dikendarainya. Sehabis, bongkar muatan tepatnya didalam RSUD itu.
Sedang asyik makan roti, tiba-tiba saja datang oknum pejabat RSUD Ciamis itu. Dengan, berkata sangat kasar dalam bahasa sunda, “Sia teh islam lain?kunaon teu puasa hargaan nu puasa! (kamu itu agama islam bukan?kenapa tidak puasa hargain orang yang sedang berpuasa!). Sambil, melayangkan pukulan dengan kepalan tangan yang mengenai pelipis atas kanan. Serta, mengakibatkan luka memar diwajahnya.
“Setelah dipukul, saya didampingi Bapak dan rekan dari LSM GMBI KSM Tamansari Kota Tasikmalaya. Serta, didampingi pengacara Pak Buana Yudha. Langsung, melaporkan kejadian panganiayaan yang menimpanya ke Mapolres Ciamis demi mendapatkan keadilan,”bebernya, Sabtu (30/03/2024).
Sementara itu, orang tua korban mengaku kesal dengan arogansi. Serta, tindakan pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat RSUD Ciamis tersebut. Sehingga, sangat berharap supaya bisa segera mendapatkan keadilan. Bahkan, minta dicopot dari jabatannya tersebut. Pasalnya, aksi kekerasan itu tidak pantas dilakukannya. Apalagi, dibulan puasa seharusnya bisa menahan emosi. Bukan, malah berlaga seperti preman saja main pukul seenaknya.
Terpisah, saat kilangbara.com mencoba konfirmasi ke oknum pejabat RSUD Ciamis melalui telpon selulernya. Ternyata yang bersangkutan malah tidak merespon sama sekali.(DN)

