Lurah Ciherang Gercep!Praja IPDN Terjun Ke Lapangan, Temukan ASN Terima Bantuan?
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Koordinator Praktek Lapangan Praja IPDN di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Farhan. Sangat, apresiasi dengan langkah yang ditunjukan oleh Lurah Ciherang, Mamat. Pasalnya, Mamat dinilainya sangat gerak cepat (gercep). Dalam, update data sensus warga miskin diwilayahnya. Sehingga, pihaknya langsung terjun ke lapangan. Guna, untuk mendata ulang sebanyak 463 KK warga miskin.
“Praja IPDN disini ada sebanyak 13 orang. Kami, mendata ulang 463 KK warga miskin itu. Dengan, mengunakan aplikasi “Si Kelom”,”terangnya, Senin (19/06/2023).
Pria asal Banyumas itu menuturkan. Bahwa, dengan adanya update data itu. Tentunya sangat memudahkan, bisa langsung melakukan cross check. Dengan, mendatangi ke setiap rumah masyarakat. Guna, untuk membantu isi kuisoner seperti sensus. Dengan cara, menanyakan langsung terkait pekerjaan, tingkat ekonomi, identitas kependudukan, mengambil poto rumahnya dan lainnya. Ada 4 kategori miskin itu, diantaranya tidak miskin, rentan miskin, miskin dan sangat miskin.
Tujuan data ulang itu, dalam upaya untuk menekan angka kemiskinan, khususnya di Kelurahan Ciherang. Supaya, sejumlah program bantuan dari pemerintah itu, bisa tepat sasaran. Sehingga, jangan sampai orang yang mampu malah mendapat bantuan. Sedangkan, orang yang sangat membutuhkan itu, malah tidak sama sekali.
Bahkan, saat pihaknya terjun ke lapangan. Ternyata, justru menemukan yang tidak sesuai. Malah, diduga ada ASN yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah. Serta, masuk ke dalam kategori warga miskin. Padahal, sudah sangat jelas ASN tersebut tidak boleh menerima bantuan itu. Justru, masih banyak warga yang layak mendapat bantuan, namun tidak terdata.
“Sehingga, kami lakukan lagi data ulang itu. Dengan, cara pengisian data lewat aplikasi “Si Kelom”, tapi bukan pengkategorian. Dalam, mendata tersebut juga dibantu oleh para RT dan RW. Alhamdulillah, animo warga sangat antusias,”ujarnya.
Farhan menambahkan, dalam melakukan praktek lapangan itu, hanya selama 2 minggu. Selain, angka kemiskinan juga terkait permasalahan stunting dan sampah. Namun, skala prioritas itu terkait angka kemiskinan terlebih dahulu. Tentunya, diharapkan kehadirannya itu bisa membantu permasalahan tersebut.
Ditempat sama, Lurah Ciherang, Mamat menerangkan. Bahwa, pihaknya sangat terbantu dengan hadirnya sejumlah Praja IPDN itu. Terkait, dengan pendataan ulang angka kemiskinan warganya sebanyak 463 KK tersebut. Data itu merupakan hasil Regsosek BPS 2021-2022 pada Bulan April. Perlu diketahui, di Kelurahan Ciherang ada sebanyak 15 RW dan 56 RT.
“Pak Pj Walikota Tasikmalaya, tidak ingin Kota Tasikmalaya predikatnya termiskin. Lalu, apa betul tidak kondisinya seperti itu?sehingga untuk meyakinkannya itu, sejumlah Praja IPDN terjun ke lapangan untuk cross check,”ungkapnya.
Kata Mamat, Kelurahan Ciherang satu-satu Kelurahan yang diapresiasi langsung oleh Pj Walikota Tasikmalaya. Karena, bisa update data dan sejumlah Praja IPDN gercep langsung terjun ke lapangan. Guna untuk, mendata ulang sebanyak 463 KK warga miskin itu. Sejumlah Praja IPDN itu, Jumat sore sudah terjun ke lapangan. Tentunya, diharapkan hadirnya para Praja IPDN tersebut, bisa merubahnya dalam waktu hanya 2 minggu.(AR)

