Kebaya Goes To Unesco, Kaum Perempuan Ayo Ikutan Fashion Week di Taman Kota Tasik

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Sejumlah, komunitas yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Tasikmalaya Berkebaya (GPTB). Mengajak, kepada para kaum perempuan yang ada di Tasikmalaya. Agar, bisa mengikuti Kebaya Fashion Week Tasikmalaya. Konsepnya itu, berupa parade atau festival, kurang lebih seperti di Citayam Fashion Week, namun ini adalah versi kebaya.

Kegiatan tersebut, konsepnya berjalan diatas catwak dengan memakai busana kebaya dipandu oleh Batik Tasik. Rencananya, akan digelar diareal Taman Kota Tasikmalaya, tepatnya didepan antara Taman Kota dan Gedung eks Setda lama milik Pemkab Tasikmalaya. Pada pukul 15.00-18.00 WIB, Minggu, 21 Agustus 2022.

“Kami sudah membuka pendaftaran, sudah ada beberapa yang mengkonfirmasi untuk ikut berpartisipasi, dalam kegiatan itu. Target peserta 100 orang dan kegiatan ini tidak dipungut biaya. Terkait ijin keramaian, kami sudah koordinasi dengan Kasat Intel, Polsek, Kelurahan dan Kecamatan,”ujar Ketua Panitia Kebaya Fashion Week Tasikmalaya, Anne Yuniarti. Saat, dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (18/08/2022).

Anne mengatakan, bagi yang ingin ikutan tidak ada syarat khusus. Asalkan dapat mengenakan kebaya, tapi kalau bisa kebaya sunda dan kain batik tasik. Namun, jika tidak ada juga tidak apa-apa, bisa pakai kebaya dan kain batik yang ada saja.

“Bagi yang ingin ikutan dalam kegiatan itu. Informasi lengkapnya, bisa langsung saja menghubungi panitia dinomor WA 081281351282 atau 08112380909, acara tersebut tidak dipungut biaya alias gratis lho,”ajaknya.

Wanita cantik itu menjelaskan, perhelatan tersebut, bertujuan dalam upaya turut mengkampanyekan kebaya. Agar, bisa benar-benar terdaftar di UNESCO, supaya dunia bisa mengetahui. Bahwa, kebaya itu adalah milik bangsa Indonesia sejak dahulu dan kebaya merupakan identitas perempuan Indonesia.

Dengan adanya kegiatan itu, seluruh elemen masyarakat berkesadaran. Untuk turut melestarikan budaya leluhur bangsa. Sehingga, bisa lestari hingga ke anak cucu nanti. Bahkan, pihaknya berharap agar kaum milenial bisa ikut berpartisipasi dalam event tersebut. Supaya, mereka pun mengenal kebaya itu sebagai budaya bangsa yang harus dijaga oleh para kaum muda. Jangan sampai, kebaya berhenti digenerasi sekarang, namun harus terus diturunkan ke generasi selanjutnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!