Diobwis Pantai Karapyak, Satgas Covid-19 Kec Kalipucang, Adakan Vaksin Lewat Door To Door
Pangandaran (kilangbara.com)-Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Dibantu TNI/POLRI juga tim medis lakukan penyisiran, terhadap pelaku wisata diobwis Pantai Karapyak, secara door to door. Diharapkan dengan cara mendatangi ke setiap kios-kios, dalam melaksanakan vaksinasi, bisa mencapai target 90 persen. Dalam upaya, untuk mendukung berlangsungnya obwis tersebut tetap dibuka.
Pihak Satgas, melakukan edukasi penerapan ketat prokes, agar warga atau pelaku wisata harus tetap menerapkan prokes dengan menggunakan masker, hindari kerumunan dan jaga jarak. Dengan cara door to door mendatangi langsung terhadap pelaku wisata. Terbilang lancar bagi Satgas, apalagi
pelaku wisata sangat antusias vaksin namun kendalanya hanya takut jarum suntik.
Herni, salah satu warga atau pelaku wisata diobwis Pantai Karapyak mengatakan, dirinya takut akan jarum suntik dan takut obwis ditutup kembali. Saat itu, kebetulan ketika ada Satgas sedang melakukan edukasi vaksin. Lalu, diajaknya untuk di vaksin dan saat petugas menawarkan mobilnya untuk ditumpangi, akhirnya saya ikut saja,”
ucapnya dilokasi vaksin, Kamis (16/09/2021).
“Awalnya saya takut, tapi setelah di lakukan vaksin tidak terjadi apa-apa dan sekarang sudah tenang, karena sudah di vaksin dan siap untuk dosis berikutnya, “ungkapnya, Kamis (16/09/2021).
Ditempat sama, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Kalipucang, Nana Sukarna mengatakan, target vaksinasi bisa mencapai 90 persen lebih. Diobwis wisata Pantai Karapyak, sekarang ini. Pihaknya, lakukan jemput bola secara door to door ke setiap kios-kios warga. Dengan melakukan edukasi terhadap prokes juga vaksinasi. Bahkan, bila ada warga atau pelaku wisata yang sulit untuk menuju ke lokasi vaksinasi, tentunya siap untuk melakukan antar jemput bila memang diperlukan.
‘Alhamdulilah tidak begitu sulit dan bahkan tidak ada kendala. Mungkin hanya ada beberapa orang yang kabur, tapi tidak banyak. Karena kurangnya pemahaman bahayanya Covid-19 atau kurangnya edukasi tentang vaksinasi,” terangnya.(Age)

