Publikasi Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Kab.Bogor (kilangbara.com)-Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Telah, menyelenggarakan layanan pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini hingga pendidikan kesetaraan. Berdasarkan data yang tercantum dalam publikasi kinerja tahun 2026, gambaran umum layanan pendidikan di Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut.
Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdapat 3.236 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 116.634 orang dan 9.678 pendidik. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), terdapat 1.856 sekolah dengan jumlah peserta didik sebanyak 559.775 orang dan 19.645 pendidik.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat 780 sekolah dengan jumlah peserta didik sebanyak 237.960 orang dan 9.705 pendidik. Sementara itu, pada jenjang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), terdapat 233 lembaga dengan jumlah peserta didik sebanyak 68.371 orang dan 1.316 pendidik.
Gambaran Capaian Organisasi Tahun 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kembali mencatatkan capaian positif dalam penguatan integritas dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan. Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berhasil memperoleh nilai 75,46 dengan kategori “Adaptif”.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil SPI Pendidikan Tahun 2024, di mana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memperoleh nilai 71,46 dengan kategori “Integritas Korektif”. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 4,00 poin dalam kurun waktu dua tahun.
Tidak hanya mengalami peningkatan secara internal, capaian SPI Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026 juga berhasil melampaui indeks nasional yang berada pada angka 73,30. Dengan nilai 75,46, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berada 2,16 poin di atas indeks nasional, menjadi indikator positif atas berbagai upaya penguatan integritas yang telah dilakukan.
Keterangan gambar: Capaian hasil SPI Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026.
Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Dalam rangka menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta pendidikan kesetaraan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melaksanakan berbagai upaya secara terintegrasi dan berkelanjutan. Penanganan ATS dilakukan melalui pendekatan berbasis data, koordinasi lintas sektor, serta penjaringan langsung di lingkungan masyarakat.
Tahap awal dilakukan melalui identifikasi dan verifikasi data ATS pada portal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang melibatkan satuan pendidikan di seluruh Kabupaten Bogor. Data tersebut menjadi dasar untuk memastikan ketepatan sasaran, mengetahui kondisi dan keberadaan ATS, serta memetakan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melakukan kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, kecamatan, desa/kelurahan, hingga RT dan RW untuk melaksanakan penjaringan dan gerakan “Kembali ke Sekolah” secara door to door. Melalui pendekatan ini, keberadaan ATS dapat ditelusuri secara langsung sekaligus menggali berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah, sehingga dapat ditentukan alternatif penanganan yang sesuai.
Upaya tersebut diperkuat melalui visitasi langsung ke satuan pendidikan dan wilayah yang teridentifikasi memiliki jumlah ATS relatif tinggi. Visitasi dilakukan untuk melakukan verifikasi lapangan, koordinasi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan setempat, serta mendorong tersedianya solusi agar anak dapat kembali memperoleh layanan pendidikan.
Sebagai salah satu alternatif bagi ATS yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga mencanangkan Program “Kembali ke Sekolah” melalui jalur pendidikan kesetaraan, seperti Paket A, Paket B, dan Paket C yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program ini dikembangkan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada ATS untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Dengan berbagai langkah tersebut, penanganan ATS di Kabupaten Bogor diarahkan tidak hanya pada pendataan, tetapi juga pada verifikasi, penjangkauan, pendampingan, dan pengembalian anak ke layanan pendidikan, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan. Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan gerakan bersama “Kembali ke Sekolah” dan memastikan setiap anak di Kabupaten Bogor mendapatkan hak atas pendidikan.
Keterangan gambar: Kepala Dinas Pendidikan (tengah) memimpin rapat koordinasi program pengentasan ATS tingkat kecamatan.
Program Beasiswa S1 bagi Tenaga Pendidik PAUD
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pada sektor tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan mencanangkan Program Beasiswa Pendidikan S1 bagi 300 Guru PAUD pada Tahun 2026.
Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme tenaga pendidik PAUD. Melalui kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1), para guru PAUD diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kompetensi, serta kemampuan dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, program beasiswa ini bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) sebagai mitra perguruan tinggi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi para guru PAUD, sekaligus mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bogor.
Dengan adanya program ini, diharapkan 300 guru PAUD penerima beasiswa dapat meningkatkan kualifikasi akademiknya hingga jenjang S1 dan selanjutnya mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Peningkatan kualitas tenaga pendidik tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya layanan PAUD yang semakin profesional, berkualitas, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.
Keterangan gambar: Pengarahan pertama masa orientasi bagi mahasiswa beasiswa S1 PAUD Kabupaten Bogor.
Pemberian Insentif bagi Guru PAUD
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendorong peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para Guru PAUD melalui Program Pemberian Insentif Guru PAUD.
Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bupati Bogor dalam mendukung keberadaan dan peran strategis Guru PAUD sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini. Peningkatan kesejahteraan diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas layanan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.
Pada Tahun 2026, program ini diberikan kepada 7.200 Guru PAUD di Kabupaten Bogor sebagai penerima insentif. Setiap penerima memperoleh bantuan insentif sebesar Rp2.400.000 per orang per tahun, yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.
Penyaluran insentif dilakukan setiap enam bulan sekali, dengan besaran Rp1.200.000 untuk setiap periode penyaluran. Mekanisme penyaluran secara langsung melalui rekening penerima diharapkan dapat memberikan kemudahan, transparansi, serta memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran.
Keterangan gambar: Jajaran Bidang Pembinaan PAUD Dikmas Disdik Kabupaten Bogor berfoto bersama para calon penerima program Insentif Guru PAUD Tahun 2026.
Program Beasiswa bagi Murid SMP Swasta di Kabupaten Bogor
Dalam upaya meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan menghadirkan Program Beasiswa bagi Murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta. Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, program beasiswa ini menyasar sebanyak 8.015 peserta didik yang menempuh pendidikan pada jenjang SMP di 256 SMP Swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Program ini diprioritaskan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang telah terdata dalam kelompok Desil 1 sampai dengan Desil 5, sebagai kelompok masyarakat yang menjadi sasaran prioritas dalam pemberian bantuan pendidikan. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan dukungan pembiayaan berupa pembebasan biaya operasional layanan pendidikan bagi peserta didik penerima beasiswa selama mereka menempuh pendidikan di sekolah yang telah bekerja sama dalam program tersebut.
Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi peserta didik yang harus menghadapi hambatan dalam melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga. Selain meringankan beban orang tua atau wali peserta didik, program beasiswa ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menekan angka putus sekolah, meningkatkan angka partisipasi pendidikan, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan swasta, orang tua, dan masyarakat agar program ini dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Melalui dukungan pembiayaan pendidikan tersebut, diharapkan para murid dapat belajar dengan lebih tenang, fokus mengembangkan potensi diri, serta memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih prestasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Keterangan gambar: Kepala Dinas Pendidikan (kiri) didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP (kanan) sedang berfoto bersama siswa penerima program beasiswa.
Aneka Prestasi Peserta Didik Tahun 2026
Pada Tahun 2026, peserta didik dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Bogor berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, internasional, dan provinsi. Berikut adalah daftar prestasi berdasarkan data yang tercantum dalam publikasi kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026.
1. SMP Negeri 3 Gunungsindur meraih Juara I tingkat nasional dalam ajang Sekolah Adiwiyata Mandiri.
2. SMPN 1 Tenjolaya meraih Juara I tingkat nasional dalam Jambore Nasional Tahun 2026.
3. SMPN 3 Citeureup meraih Juara I pada ajang 4th International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2026. Dalam dokumen, tingkat prestasi tercantum sebagai nasional.
4. SMP Negeri 2 Bojonggede meraih Juara I tingkat nasional dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026.
5. SMP Negeri 1 Nanggung meraih Juara I tingkat nasional bidang Bahasa Inggris pada IYSMO (Indonesia Youth Science Medical Olympiad).
6. SMP Giri Taruna meraih Juara I tingkat internasional dalam International Karate Open 2026.
7. SMPN 2 Cibungbulang meraih Juara I tingkat nasional dalam Dispora Open Karate Championship 2026.
8. SDN Citra Indah Sukamaju meraih Juara I tingkat provinsi dalam cabang lomba Pantomim.
9. SDN Sukajaya 02 meraih Juara I tingkat provinsi dalam cabang lomba Kriya.
10. SDN Cimande 01 meraih Juara II tingkat provinsi dalam cabang lomba Gambar Bercerita.
11. SD Islam Al-Hadiid meraih Juara III tingkat provinsi dalam cabang olahraga Renang Putra.
12. SDN Waru 03 meraih Juara III tingkat provinsi dalam cabang olahraga Bulutangkis Putri.
13. SDN Sukajaya 02 meraih Juara III tingkat nasional dalam cabang lomba Kriya.(Fds)







