Walikota Tasik Gak Ada!SURAM Kecewa Hingga Nekad Masuk ke Bale Kota Dihadang Aparat, Ricuh!

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Aksi unjuk rasa ditengah terik mentari didepan pintu gerbang Bale Kota Tasikmalaya, Senin (2/6/2025) sempat terjadi kericuhan.
Demo tersebut, dilakukan oleh Suara Rakyat dan Mahasiswa (SURAM). Mereka nekad, memaksa untuk bisa masuk ke halaman Bale Kota Tasikmalaya. Ditengah, penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP.

Tak ayal, terjadi saling dorong antara peserta aksi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP. Hingga, lemparan botol air mineral pun tak bisa dihindari. Namun, keinginan peserta aksi itu agar bisa masuk tersebut. Rupanya gagal, sebab berhasil dihadang oleh sejumlah aparat keamanan tersebut.

Aksi nekad itu, berawal ketika korlap aksi Muhammad Risaldi. Minta, supaya Walikota Tasilmalaya, Viman Alfarizi bisa keluar. Supaya, bisa bertemu dengan sejumlah peserta aksi. Guna, menyampaikan, terkait dengan 100 hari kerja Viman-Diky. Namun keinginan bertemu itu, rupanya tidak bisa terealisasikan.

Karena yang keluar untuk menemuinya itu, hanya Plt Asda III, Asep Maman Permana, Asda II Tedi Setiadi, Kepala Kesbangpol, Ade Hendar, Plt Bapelitbangda, Apep Yosa dan Kadiskominfo, Hanafi. Sehingga, akhirnya membuat sejumlah peserta aksi langsung merasa sangat kecewa.

Dalam kesempatan itu, Asep Maman menyampaikan Walikota sedang ada kegiatan ke luar meninjau ke RPH terkait jelang Idul Adha. Sedangkan Wakil Walikota, Diky Candra lagi ada dinas luar ke Kota Bandung.

Sontak saja, kehadiran para pejabat eselon II tersebut. Tidak sesuai dengan ekspektasi para peserta aksi itu. Karena yang diinginkan oleh mereka yang keluar untuk menemuinya itu, adalah Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra.

“Kami ingin menyampaikan langsung kepada Viman-Diky terkait 100 hari kerja. Bukan kepada Plt Asda, karena mereka punya janji 4 program pada waktu kampanye,”teriak korlap aksi Muhammad Risaldi saat orasi diatas mobil.

Risaldi pun, langsung memberikan komando kepada sejumlah peserta aksi. Supaya, bisa masuk ke Bale Kota Tasikmalaya. Dengan, hitungan jari dan berteriak masuk!tak ayal peserta aksi itu, nekad langsung merengsek masuk. Uniknya, dalam menerobos penjagaan aparat tersebut. Diiringi, lagu rock dari grup band Superman Is Death.

Sehingga, terjadi kericuhan dan saling dorong. Dalam kericuhan itu, Risaldi berteriak diatas mobil. Karena, melihat ada peserta aksi yang diperlakukan refresif oleh oknum Satpol PP. Kemudian, kericuhan itu pun berhenti dan peserta aksi melakukan orasi dan baca puisi.

Setelah itu terjadi pembakaran ban dan Risaldi pun membacakan pernyataan sikapnya dengan tuntutan. Diantaranya, mendesak pemerintahan kota Tasikmalaya untuk segera merealisasikan, skala nyata 4 program prioritas yang telah dijanjikan dalam masa kampanye. Kemudian, mendorong pemerintahan daerah kebijakan jangka pendek menengah dan jangka panjang dalam pengelolaan sampah.

“Kami sekarang akan membubarkan diri. Namun, ingat nanti akan datang kembali dengan aksi massa yang lebih besar. Bahkan, nanti itu mendesak untuk turunkan Viman dari Walikota Tasikmalaya,”ancamnya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!